- Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan Desa Kedungsalam, Kabupaten Malang, sebagai lokasi pengembangan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih nasional.
- Pemerintah daerah menginisiasi zonasi komoditas ikan layur, tuna, serta ikan karang di tiga desa berbeda untuk meningkatkan ekonomi.
- Pemkab Malang kini berupaya mengurus perizinan lahan hutan negara melalui komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
SuaraMalang.id - Pesisir selatan Kabupaten Malang sedang bersiap bersolek. Bukan sekadar urusan estetika, namun sebuah transformasi besar bertajuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tengah dikebut.
Desa Kedungsalam di Kecamatan Donomulyo kini menjadi sorotan utama setelah resmi terpilih sebagai titik bidik baru pengembangan infrastruktur perikanan nasional.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Setelah melalui survei ketat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kedungsalam dinilai memiliki "rahasia" kekayaan laut yang layak dikelola lebih profesional.
Awalnya, ada dua nama yang mencuat di meja usulan yakni Desa Kedungsalam dan Desa Sidoasri. Namun, alam memiliki kehendaknya sendiri. Sidoasri di Kecamatan Sumbermanjing Wetan terpaksa harus mengalah.
"Hasil survei menunjukkan Kedungsalam yang paling siap diproses. Di Sidoasri, kontur tanahnya sangat curam, hampir tidak ada lahan datar yang memadai untuk membangun infrastruktur penunjang," jelas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, Kamis (14/5/2026).
Sebagai gantinya, Pemkab Malang bergerak cepat menyusun proposal baru untuk wilayah Tamban di Desa Tambakrejo. Jika usulan ini disetujui, Malang akan memiliki "Trisula" Kampung Nelayan Merah Putih yaitu Pujiharjo, Kedungsalam, dan Tamban.
Apa yang membuat proyek KNMP ini begitu prestisius? Jawabannya ada pada spesialisasi komoditas yang dihasilkan tiap desa. Pemkab Malang sedang merancang zonasi pasar ikan agar nelayan tak lagi beradu nasib di satu titik yang sama.
Desa Pujiharjo sudah lebih dulu mapan. Sepanjang 2025 saja, tak kurang dari 6.185 ton ikan layur berhasil didaratkan di sini. Pujiharjo akan diproyeksikan sebagai pusat pendaratan ikan layur terbesar.
Bagi pencinta seafood premium, Kedungsalam adalah gudangnya. Di sini, tangkapan didominasi ikan karang seperti kerapu, kakap merah, hingga gurita yang produksinya mencapai 526 ton dalam setahun.
Baca Juga: Libur Panjang Tiba: Puluhan Ribu Pelancong Serbu Stasiun Malang
Jika terealisasi, Tamban akan menjadi opsi baru pasar tuna selain Pelabuhan Sendang Biru yang sudah melegenda. Potensi tuna di wilayah ini mencapai 1.109 ton per tahun.
"Nanti pasar tuna ada di Tamban, layur di Pujiharjo, dan ikan karang serta gurita di Kedungsalam. Jika skenario ini berjalan, dampaknya bagi ekonomi nelayan akan luar biasa," ujar Victor.
Meski ambisi sudah di depan mata, ganjalan administratif masih harus diselesaikan. Status lahan di Kedungsalam merupakan hutan negara, serupa dengan kondisi di Pujiharjo.
Saat ini, Pemkab Malang tengah intens menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengantongi izin dari Gubernur. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok
-
Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya