Wakos Reza Gautama
Kamis, 24 September 2026 | 19:03 WIB
Ilustrasi UPT Tahura Raden Soerjo membuka kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang pada 26 September 2026 setelah kebakaran hutan padam. [ANTARA/Vicki Febrianto]
Baca 10 detik
  • UPT Tahura Raden Soerjo membuka kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang pada 26 September 2026 setelah kebakaran hutan padam.
  • Pengelola membatasi kuota maksimal 550 orang per hari serta memprioritaskan 3.700 pendaki yang terdampak penutupan sebelumnya.
  • Pendaki dilarang membuat api unggun dan wajib membawa turun seluruh sampah demi menjaga kelestarian lingkungan.

SuaraMalang.id - Dahaga para pegiat alam bebas untuk kembali menapaki punggung Gunung Arjuno-Welirang akhirnya terbayar lunas. Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) Raden Soerjo resmi membuka kembali seluruh akses jalur pendakian atap Jawa Timur tersebut mulai Sabtu (26/9/2026).

Keputusan ini diambil setelah kebakaran hutan hebat yang melanda kawasan tersebut sejak pertengahan Agustus lalu dinyatakan padam total dan jalurnya dipastikan aman untuk dilalui.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustuningtyas Marini, menegaskan bahwa operasional pendakian akan tetap menerapkan sistem kuota ketat demi menjaga daya dukung lingkungan.

"Benar, pembukaan pendakian Arjuno-Welirang dilaksanakan pada 26 September 2026. Untuk kuota pendaki tetap sama seperti sebelumnya, yakni dibatasi maksimal 550 orang per hari," kata Agustuningtyas, Kamis (24/9/2026).

Pemesanan tiket daring sudah mulai diakses publik hari ini melalui portal resmi SiPENERANG maupun tiketpendakian.com.

Namun, pihak pengelola menegaskan prioritas penjadwalan ulang (reschedule) akan diberikan kepada ribuan pendaki yang hak mendakinya sempat terenggut akibat amukan karhutla.

"Kami mengutamakan para pendaki yang telah mengajukan jadwal ulang. Setidaknya ada sekitar 3.700 pendaki yang terdampak sejak penutupan jalur diberlakukan pada 19 Agustus lalu," imbuh Agustuningtyas.

Kebijakan pembukaan kembali ini tertuang resmi dalam Surat Pengumuman Nomor: 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026.

Berdasarkan pantauan satelit SiPongi Kementerian LHK serta patroli darat intensif, tidak ada lagi kemunculan titik api maupun asap baru di lereng Arjuno hingga gugusan Pegunungan Anjasmoro sejak 14 September.

Baca Juga: Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab

Bagi para pendaki yang hendak melakukan ekspedisi, UPT Tahura Raden Soerjo telah memastikan kesiapan empat pos registrasi pendakian resmi:

  • Pintu Masuk Sumberbrantas (Kota Batu)
  • Pintu Masuk Tretes (Kabupaten Pasuruan)
  • Pintu Masuk Tambaksari (Kabupaten Pasuruan)
  • Pintu Masuk Lawang (Kabupaten Malang)
    Peringatan Keras: Haramkan Api Unggun, Wajib Bawa Pulang Sampah!

Mengingat vegetasi di lereng gunung masih rentan menyala kembali akibat musim kemarau, pengelola mengeluarkan peringatan keras bagi siapa pun yang mendaki.

Petugas di setiap pos perizinan akan melakukan sweeping dan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan atau logistik. Pendaki dilarang mutlak membuat api unggun dalam bentuk apa pun di seluruh titik camp maupun jalur perlintasan.

"Kami minta seluruh pendaki mematuhi SOP tanpa kompromi. Jangan sekali-kali menyalakan api unggun karena sangat berpotensi memicu bara api kembali. Kami juga mewajibkan setiap pendaki membawa turun kembali seluruh sampah logistik mereka tanpa terkecuali," tegasnya. (ANTARA)

Load More