- Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat penitipan anak pada 1 Mei 2026.
- Petugas memeriksa kelengkapan izin, fasilitas keamanan, sistem pengawasan CCTV, serta pola interaksi pengasuh terhadap anak di lokasi tersebut.
- Hasil asesmen menunjukkan daycare telah memenuhi standar, namun pengelola tetap diminta meningkatkan kompetensi pengasuh dan pengawasan aktivitas harian anak.
SuaraMalang.id - Bagi orang tua pekerja di kota besar seperti Malang, daycare atau tempat penitipan anak adalah "rumah kedua" bagi buah hati mereka.
Namun, di balik dinding-dinding penuh warna dan tawa anak-anak, terselip sebuah tanya besar di benak setiap ayah dan ibu. “Benarkah anak saya aman di sana?”
Menjawab kegelisahan tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota tidak tinggal diam. Pada Jumat (1/5/2026), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang melakukan langkah proaktif dengan menyisir sejumlah daycare populer di Kota Pendidikan ini.
Tim gabungan menyambangi beberapa titik strategis, mulai dari "Daisy Mom and Baby Care" di kawasan Danau Bratan Raya, "Peony Daycare" di Jalan Danau Buyan, hingga "Kamila Daycare" dan "Ummaya Children Centre" di Sawojajar.
Namun, sidak kali ini bukan sekadar memeriksa kelengkapan izin di atas kertas. Petugas masuk lebih dalam mengamati bagaimana pengasuh menyapa anak-anak, mengecek sistem pengawasan CCTV, hingga memastikan setiap sudut ruangan tidak menyimpan potensi bahaya fisik bagi balita.
“Kami ingin memastikan setiap daycare benar-benar menjadi pelabuhan yang aman dan nyaman. Secara hukum, anak memiliki hak mutlak untuk dilindungi dari segala bentuk kekerasan, baik itu serangan fisik maupun tekanan psikis,” tegas Iptu Khusnul Khotimah, Kanit PPA Polresta Malang Kota.
Hasil asesmen sementara membawa kabar melegakan. Sebagian besar daycare yang dikunjungi telah memenuhi standar dasar pelayanan. Meski begitu, Iptu Khusnul memberikan catatan penting mengenai pengawasan tidak boleh kendor. Pencatatan aktivitas harian anak hingga peningkatan kompetensi para pengasuh harus terus diperkuat.
Unit PPA menegaskan bahwa mereka memegang peran strategis, bukan hanya sebagai penegak hukum jika terjadi pelanggaran, tetapi juga sebagai pendamping psikologis dan edukator bagi pemilik usaha penitipan anak.
Senada dengan kepolisian, Fulan Diana Kusumawati, Kepala UPT PPA Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, menekankan bahwa jiwa dari sebuah daycare adalah interaksi yang hangat.
Baca Juga: Terbongkarnya Aksi Pembakaran Gudang Rokok di Malang, Pelakunya Ternyata Orang Dalam
"Daycare itu bukan cuma soal gedung yang bagus atau mainan yang lengkap. Ini soal interaksi. Petugas harus mengedepankan pendekatan humanis dan keramahan. Kami ingin memastikan komitmen menciptakan rasa aman itu benar-benar berjalan, bukan hanya slogan," ujar Fulan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Terbongkarnya Aksi Pembakaran Gudang Rokok di Malang, Pelakunya Ternyata Orang Dalam
-
Keberangkatan Dibatalkan, Ratusan Penumpang KAI di Stasiun Malang Refund Tiket
-
Malang Dikepung Air: 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir Setelah Hujan Deras
-
Tiba di Madinah: Akhir Penantian 48 Jam Kloter 16 Malang Setelah Drama 'Technical Landing' di Medan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus