- Konflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga bahan baku kedelai bagi perajin tempe di Kota Malang.
- Harga kedelai meningkat dari Rp9.800 menjadi Rp10.600 per kilogram sejak pecahnya perang di wilayah tersebut pada April 2026.
- Para perajin tempe di Sentra Industri Sanan terpaksa memperkecil ukuran produk untuk mengatasi tingginya biaya produksi harian.
SuaraMalang.id - Di sebuah gang sempit di Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, suara mesin penggiling kedelai masih menderu. Namun, raut wajah para perajinnya tak lagi sama. Ada kecemasan yang menggantung di sela-sela uap rebusan kedelai.
Siapa sangka, dentuman rudal dan desing jet tempur di langit Iran, Amerika Serikat, dan Israel, gema traumanya sampai ke meja makan warga Malang dalam wujud potongan tempe yang kian mengecil.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah telah memicu efek domino yang brutal bagi perekonomian global. Indonesia, yang masih sangat bergantung pada impor kedelai, berada di garis depan dampak tersebut.
Di Sanan, jantung produksi tempe Jawa Timur, kenaikan harga kedelai bukan lagi sekadar angka di berita televisi, melainkan ancaman nyata bagi dapur mereka.
Afriantoro, salah satu perajin di Sanan, menatap tumpukan karung kedelai di sudut rumah produksinya dengan getir. Hanya dalam waktu sebulan, sejak serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pecah, harga kedelai melompat tajam.
"Sebelumnya masih Rp9.800 per kilogram, sekarang sudah tembus Rp10.600. Kenaikan paling terasa beberapa hari ini sejak perang itu pecah," ungkap Afriantoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com pada Rabu (8/4/2026).
Bagi Afriantoro yang menghabiskan 6 hingga 7 kuintal kedelai per hari, selisih Rp800 per kilogram adalah lubang besar dalam neraca keuangannya. Namun, ia tak punya pilihan.
"Kami tetap beli, karena memang ini satu-satunya cara agar produksi tetap jalan," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Rudi. Baginya, berhenti berproduksi berarti mematikan nafkah keluarga dan para pekerjanya. Meski margin keuntungan kian tipis tertelan harga bahan baku yang terus melambung, mesin produksi harus tetap berputar.
Baca Juga: Menanti Asa di Arjowinangun: Babak Baru Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Malang
Menghadapi situasi terjepit ini, para perajin tempe Sanan harus memutar otak. Menaikkan harga jual secara drastis adalah risiko besar yang bisa mengusir pelanggan. Jalan tengah yang pahit pun diambil. Strategi "sunat" ukuran.
"Efeknya, produksi tetap sama, tapi ukurannya kami kurangi 1 centimeter," tutur Afriantoro jujur.
Berita Terkait
-
Menanti Asa di Arjowinangun: Babak Baru Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Malang
-
Panggilan Telepon Penyelamat: Siasat Bejat Pria di Malang Jerat Remaja 14 Tahun dengan Uang 50 Ribu
-
Peta Kekuatan Baru di Kota Malang: Pemilih Perempuan Mendominasi, Ribuan Gen Z Mulai Punya Suara
-
Lebih dari Sekadar Madrasah: Rahasia MAN 2 Malang Cetak Puluhan Siswa Tembus Kampus Top Dunia
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Heboh Isu Denda Cerai Rp300 Juta di Sidoasri Malang: Hoaks atau Benteng Rumah Tangga PMI?
-
Arena Judi Sabung Ayam di Malang Selatan Berakhir Jadi Abu
-
Angkot Malang Gratis bagi Pelajar Mulai Juli 2026: Hemat di Ongkos, Nyaman Sampai Sekolah
-
Mantri BRI Arungi Laut Demi Layani Masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan
-
Cegah Fraud, BRI Aktif Lakukan Deteksi dan Investigasi pada Dugaan Tindak Pidana