- Pemkot Malang memindahkan lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dari Buring menuju wilayah Arjowinangun demi mematuhi regulasi lingkungan.
- Pembangunan gedung pendidikan ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait di tingkat pusat.
- Gedung baru di Arjowinangun diproyeksikan menampung seribu siswa dari jenjang SD hingga SMA untuk memperluas akses pendidikan inklusif.
SuaraMalang.id - Selama ini, geliat belajar-mengajar para siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kota Malang masih menumpang di "rumah pinjaman".
Bertempat di Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jalan Tlogowaru, sekitar 100 siswa harus berbagi ruang dalam keterbatasan.
Namun, titik terang mengenai masa depan "rumah" permanen mereka mulai menemui kejelasan, meski harus berpindah haluan.
Pemerintah Kota Malang secara resmi mengalihkan lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Rencana awal yang sedianya menempati wilayah Buring, kini dipastikan bergeser ke Arjowinangun. Perubahan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
"Sampai saat ini lahan yang kami tetapkan di Arjowinangun sebagai pengganti yang di Buring," ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, Selasa (7/4/2026).
Sejatinya, lahan di Buring memiliki luas yang cukup menggiurkan, yakni sekitar 8,9 hektare. Namun, statusnya sebagai zona hijau menjadi tembok besar yang tak bisa diterjang. Berdasarkan aturan tata ruang, lahan hijau dilarang keras untuk didirikan bangunan permanen apa pun.
Sebagai solusinya, Pemkot Malang memilih lahan di Arjowinangun dengan luas sekitar 5 hektare lebih. Meski secara ukuran lebih kecil dibanding lokasi awal, lahan ini dinilai lebih siap secara administrasi dan legalitas untuk segera dikembangkan menjadi pusat pendidikan.
Proyek ini bukan sekadar proyek skala kota. Pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini menjadi simbol kolaborasi apik antara pemerintah daerah dan pusat. Nantinya, gedung fisik akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Tak berhenti di sana, setelah bangunan berdiri, operasional sekolah akan dikomandoi langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: Panggilan Telepon Penyelamat: Siasat Bejat Pria di Malang Jerat Remaja 14 Tahun dengan Uang 50 Ribu
Sementara untuk urusan "otak" atau kurikulum pendidikannya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan memegang kendali.
"Jadi ada kolaborasi kuat dari pemerintah pusat," tambah Subkhan.
Langkah serius ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. Ia menyebutkan bahwa seluruh syarat administrasi pemindahan lokasi sudah diajukan ke pemerintah pusat.
Gedung baru ini nantinya diproyeksikan menjadi mercusuar pendidikan inklusif di Kota Malang. Jika saat ini Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 baru memiliki empat kelas dengan total 100 pelajar, gedung permanen di Arjowinangun kelak memiliki kapasitas fantastis 1.000 murid.
Daya tampung jumbo tersebut akan mencakup jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Panggilan Telepon Penyelamat: Siasat Bejat Pria di Malang Jerat Remaja 14 Tahun dengan Uang 50 Ribu
-
Peta Kekuatan Baru di Kota Malang: Pemilih Perempuan Mendominasi, Ribuan Gen Z Mulai Punya Suara
-
Lebih dari Sekadar Madrasah: Rahasia MAN 2 Malang Cetak Puluhan Siswa Tembus Kampus Top Dunia
-
Gerbang Lahor Memanas: PJT I Pastikan Pelajar dan Pedagang Gratis, Pengamanan Objek Vital Diperketat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Teror Pocong Begal Hantui Malang Raya: Polisi Beri Peringatan Keras
-
Tanpa Gedung Tapi Moncer: KDMP Senggreng Raup Omzet Puluhan Juta Modal di Teras Desa
-
Arema FC vs PSIM: Misi Singo Edan Segel Kemenangan Ketiga Beruntun
-
Jasad Bayi Ditemukan di Kantong Plastik di Tepi Jalan Malang, Polisi Buru Pelaku Lewat Rekaman CCTV
-
Alarm Bahaya dari Malang: Saat Anak-anak Mulai Mahir Menggasak Motor dan Membobol Rumah