- Penumpang Bandara Abdulrachman Saleh Malang diprediksi naik 25 persen saat mudik.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
- Posko angkutan Lebaran beroperasi 13 hingga 30 Maret 2026.
.
SuaraMalang.id - Aktivitas penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Malang diperkirakan meningkat signifikan selama periode mudik Lebaran 2026. Unit Pelaksana Teknis (UPT) bandara tersebut memprediksi lonjakan jumlah penumpang mencapai 25 persen dibandingkan hari normal.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko, menyampaikan bahwa peningkatan penumpang pada periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan mulai terasa sejak pertengahan Maret.
Bahkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan masa cuti bersama Hari Raya Nyepi.
"Kami memperkirakan untuk peningkatan jumlah penumpang sebesar 25 persen saat arus mudik dibanding hari biasa. Puncaknya arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 dan yang puncak arus balik pada 24 Maret atau saat akhir cuti bersama," kata Purwo, Senin (9/3/2026).
Pada hari biasa, Bandara Abdulrachman Saleh Malang yang berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melayani sekitar 1.200 penumpang setiap hari, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Namun, selama periode mudik Lebaran 2026, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1.500 penumpang per hari.
Purwo menjelaskan, operasional penerbangan di bandara tersebut saat ini masih berjalan seperti hari biasa. Setiap harinya terdapat enam jadwal penerbangan dengan rute utama Malang menuju Jakarta dan sebaliknya.
Pesawat pertama dijadwalkan mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh Malang pada pukul 08.35 WIB, sementara penerbangan terakhir berangkat pada pukul 15.00 WIB.
Hingga saat ini, belum ada maskapai yang mengajukan permintaan penerbangan tambahan atau extra flight untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran 2026.
"Kalau demand-nya melebihi kapasitas (maskapai) akan mengajukan extra flight," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran transportasi udara selama musim mudik Lebaran 2026, pengelola bandara akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Posko tersebut akan melibatkan berbagai unsur pengamanan, termasuk tambahan personel dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Selain peningkatan jumlah penumpang, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan penerbangan selama periode mudik Lebaran 2026. Purwo menyebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Malang dapat mempengaruhi jadwal penerbangan.
Jika kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan penerbangan, pihak bandara tidak menutup kemungkinan untuk menunda keberangkatan pesawat hingga kondisi dinyatakan aman.
"Atau nanti biasa dialihkan ke bandara terdekat, ada kemungkinan ke Juanda kalau di sana cuacanya bagus. Makanya, kami terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav, dan pihak lain untuk langkah antisipasinya," tuturnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pengelola berharap operasional Bandara Abdulrachman Saleh Malang selama periode mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar meski terjadi lonjakan jumlah penumpang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Sulitnya Cari Parkir di Malang, Siapa yang Harus Berbenah?
-
Musim Tuna Tiba, Nelayan Sendang Biru Kebanjiran Tangkapan
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi