-
Petugas Satpol PP Malang jalani tipiring usai video viral.
-
Merokok depan ruang laktasi, DPRD minta penindakan tegas.
-
Pemkot Malang proses etik dan hukum bagi pelanggar.
SuaraMalang.id - Satpol PP Kota Malang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah petugas yang diduga merokok di depan ruang laktasi Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).
Proses hukum ditempuh setelah aksi tersebut terekam video amatir pengunjung dan beredar luas dan viral di media sosial.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono memastikan para petugas yang terlibat akan menghadapi sidang tindak pidana ringan atau tipiring pada 18 Februari.
Langkah itu diambil usai pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta penanganan internal terkait dugaan pelanggaran aturan dan kode etik.
"Sudah proses, sudah akan (sidang) tipiring tanggal 18 Februari," kata Heru, Rabu (11/2/2026).
Menurut Heru, keputusan membawa perkara tersebut ke meja tipiring merupakan bagian dari komitmen Satpol PP Kota Malang dalam menegakkan peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, pembinaan kepada seluruh anggota tetap berjalan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami mengikuti aturan. Kalau pembinaan (ke seluruh anggota) itu sudah jalan terus," ujarnya.
Heru menegaskan, para anggotanya tidak merokok di dalam ruangan laktasi, melainkan berada di bagian depan fasilitas tersebut.
"Itu di depan bukan di dalam ruangan," katanya.
Kasus ini mencuat setelah beredar rekaman video dari seorang pengunjung Alun-Alun Merdeka. Dalam tayangan itu terlihat beberapa petugas duduk di kursi yang berada tepat di depan ruang laktasi.
Perekam video menyampaikan keluhan karena saat itu ia membawa bayi dan berniat menggunakan fasilitas menyusui tersebut.
"Lagi di alun-alun bawa bayi, niatnya mau menyusui, tapi kok ruang laktasinya dipakai merokok bapak-bapak itu," ucap perekam video tersebut.
Sorotan terhadap tindakan oknum Satpol PP Kota Malang juga datang dari DPRD setempat. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Asmualik, menyayangkan adanya aktivitas merokok di sekitar ruang yang semestinya steril dari asap rokok.
Menurut dia, sekitaran ruang laktasi seharusnya bebas dari aktivitas merokok karena bukan hanya demi menciptakan kenyamanan, tetapi untuk memastikan terjaganya kesehatan ibu dan bayi.
Berita Terkait
-
Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang
-
Viral Oknum Satpol PP DKI Diduga Nunggak Kontrakan Sampai Main Judol
-
Bekas Botol Miras Kotori RPTRA Kalijodo, Satpol PP Sebut Ulah Pengunjung Luar
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
-
Ciri-ciri Pria Tewas Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran: Rambut Gondrong dan Beruban
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya