- Ribuan pelanggar terjaring dan pelanggaran helm paling dominan selama operasi.
- Polisi utamakan edukasi, patroli, serta penindakan ETLE dan teguran.
- Masyarakat diimbau tertib demi keselamatan bersama pengguna jalan.
SuaraMalang.id - Operasi Keselamatan Semeru 2026 menjaring ribuan pelanggar lalu lintas di wilayah Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Dalam sepekan pelaksanaan, aparat mencatat angka penindakan yang cukup tinggi dengan dominasi pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm.
Data dari Polresta Malang Kota menunjukkan, sejak dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2026, penertiban dilakukan melalui dua mekanisme, yakni tilang elektronik atau ETLE serta teguran presisi. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Selama periode operasi, ribuan pelanggaran ditemukan di berbagai titik. Operasi Keselamatan Semeru 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengutamakan pendekatan edukatif agar kesadaran pengguna jalan semakin meningkat.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Presetyo, mengatakan bahwa ribuan pelanggar lalu lintas ditindak melalui dua skema, yaitu tilang elektronik atau ETLE dan teguran presisi.
"Jumlahnya ada 2.151 pelanggar, yang penindakan melalui ETLE sebanyak 91 pelanggar dan 2.060 pelanggar melalui teguran presisi," kata Rio, Selasa (10/2/2026).
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Artinya, masih ada beberapa hari tersisa bagi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan sebelum masa operasi berakhir.
Dari total 2.151 pelanggar yang ditindak, baik melalui ETLE maupun teguran presisi, sebanyak 47,3 persen atau 1.017 pelanggar karena tidak menggunakan helm saat berkendara.
"Sisanya itu ada kendaraan yang tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau nomor polisi dan pelanggaran karena tidak menggunakan sabuk pengaman," ucapnya.
Rio menjelaskan, selama Operasi Keselamatan Semeru 2026, pihaknya juga mengedepankan pola penindakan preemtif dan preventif. Pendekatan ini dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan serta meningkatkan disiplin pengguna jalan.
Untuk pola preemtif, sosialisasi digelar dengan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa. Harapannya, kelompok usia muda dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.
Sedangkan tindakan preventif dilakukan melalui peningkatan intensitas patroli. Sasaran utamanya adalah tempat keramaian masyarakat hingga lokasi dengan tingkat kepadatan kendaraan yang rawan pelanggaran.
"Pelanggaran tidak memakai helm dominan, kami akan mengambil langkah tegas dengan menggencarkan edukasi, menegur pelanggar, sampai melakukan penindakan tilang lewat ETLE," ujar dia.
Mengingat waktu pelaksanaan yang tersisa lima hari lagi, jajaran Polresta Malang Kota akan mengefektifkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan. Penindakan dan edukasi tetap dilakukan beriringan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mematuhi aturan berkendara demi mencegah risiko fatal yang bisa merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Hingga akhir pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, kepolisian berharap kepatuhan semakin meningkat.
"Jangan lupa untuk menjaga etika di dalam berlalu lintas, karena di jalan bukan hanya kita saja yang menggunakan tetapi juga orang lain," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
Ramen Master: Kuliner Jepang Favorit Mahasiswa yang Ramah Kantong di Malang
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Wali Kota Malang Geram Limbah Medis Kedaluwarsa Dibuang Sembarangan
-
Cara Pemkot Malang Menyisir Penyakit di Balik Daging Kurban 2026
-
500 Ton Sampah Warga Kota Malang Bakal Jadi Sumber Energi Baru
-
Menanti Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Kedungsalam
-
Libur Panjang Tiba: Puluhan Ribu Pelancong Serbu Stasiun Malang