-
Gunung Semeru erupsi lima kali dan kolom abu capai seribu meter.
-
PVMBG tetapkan status siaga dan warga dilarang dekati kawasan.
-
Awan panas dan lahar berpotensi meluas ke sungai.
SuaraMalang.id - Erupsi Gunung Semeru kembali terjadi pada Rabu (11/2/2026) dengan rentetan letusan yang terpantau dari Pos Pengamatan.
Gunung api di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu tercatat memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter hingga satu kilometer dari puncak.
Dalam periode sejak tengah malam hingga pagi, aktivitas Erupsi Gunung Semeru terekam beberapa kali. Petugas melaporkan arah sebaran abu bervariasi, mulai dari ke utara hingga timur laut, dengan intensitas sedang dan masih berlangsung ketika laporan dibuat.
Status Erupsi Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga mematuhi rekomendasi demi keselamatan, terutama terkait larangan aktivitas di sejumlah sektor rawan.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak, sementara kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebut letusan tertinggi muncul menjelang pagi.
"Erupsi dengan letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Liswanto.
Letusan kembali tercatat pada pukul 08.06 WIB. Secara visual kolom abu tidak teramati, namun aktivitasnya terekam alat. Erupsi itu tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Dengan kondisi Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak. Beberapa di antaranya berada di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung.
Pemantauan terus dilakukan seiring meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Semeru, sementara masyarakat diimbau mengikuti arahan resmi dari petugas. (Antara)
Berita Terkait
-
Sempat Dicopot Usai Tragedi Kanjuruhan, Eks Kapolres Malang Ferli Hidayat Jabat Koorspripim Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2
-
5 Santri di Malang Jadi Korban Kekerasan Seksual Pengajarnya Sendiri
-
Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok