Riki Chandra
Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:41 WIB
Gunung Semeru erupsi. [Dok. PVMBG]
Baca 10 detik
  •  Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan kolom abu satu kilometer.

  • Status Semeru Level III, masyarakat diminta patuhi rekomendasi PVMBG.

  • Awan panas dan lahar berpotensi mengancam kawasan aliran sungai.

SuaraMalang.id - Gunung Semeru erupsi kembali mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat terjadi tiga kali dengan tinggi kolom letusan mencapai hingga 1 kilometer. Gunung Semeru erupsi ini menegaskan bahwa status aktivitas vulkanik masih berada pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis di Lumajang, menyebutkan Gunung Semeru erupsi pertama kali pada pukul 04.44 WIB.

Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau setara 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut dan timur.

Erupsi tersebut terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 154 detik. Aktivitas ini menandai peningkatan dinamika vulkanik yang terus dipantau oleh petugas.

Gunung Semeru erupsi kembali menjadi perhatian karena potensi dampak lanjutan yang bisa terjadi di wilayah sekitar aliran sungai.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.16 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan tercatat lebih tinggi dibandingkan erupsi pertama, yakni sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl. Kolom abu masih berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah timur. Seismograf merekam amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi 122 detik.

Tidak berselang lama, Gunung Semeru erupsi untuk ketiga kalinya pada pukul 05.52 WIB. Tinggi kolom letusan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl. Arah sebaran abu terpantau ke timur dengan intensitas tebal. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 108 detik.

Sigit menjelaskan, dengan status Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung api tersebut.

Sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. Gunung Semeru erupsi berulang menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi. (Antara)

Load More