- Semeru meletus dua kali pada Kamis pagi, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 600 meter.
- PVMBG menetapkan zona bahaya: larangan aktivitas 8 km dari puncak dan 500 meter dari tepi sungai.
- Aktivitas seismik sangat tinggi, terekam 81 gempa letusan yang menandakan suplai magma terus terjadi.
SuaraMalang.id - Kondisi Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, semakin memanas dan menuntut kewaspadaan ekstra.
Setelah serangkaian aktivitas vulkanik yang intens, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini kembali menunjukkan kekuatannya dengan dua kali erupsi beruntun pada Kamis (2/10/2025) pagi, memaksa otoritas untuk menegaskan kembali zona-zona berbahaya yang harus dihindari oleh publik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Gunung Semeru pada Level II atau 'Waspada', namun dengan penekanan kuat pada rekomendasi keselamatan. Letusan terbaru menjadi bukti nyata bahwa ancaman masih sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan detail erupsi kedua yang terjadi pada pukul 08.16 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.16 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ungkap Sigit dalam laporannya.
Menurut Sigit, visual dari letusan tersebut menunjukkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya. Getarannya terekam jelas di seismograf. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," lanjutnya.
Sebelumnya, pada pukul 07.11 WIB, erupsi dengan skala serupa juga terjadi. Kolom letusan saat itu juga mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak, dengan durasi yang sedikit lebih pendek, yaitu 119 detik.
Rentetan erupsi ini bukan kejadian tunggal. Data pengamatan selama 24 jam terakhir pada hari Rabu (1/10) menunjukkan gambaran yang lebih besar mengenai aktivitas internal Semeru.
Tercatat, aktivitas gunung didominasi oleh gempa letusan yang terjadi sebanyak 81 kali. Ini mengindikasikan tekanan magma dari dalam gunung masih sangat aktif dan terus mencari jalan keluar.
Baca Juga: Ranu Kumbolo Belum Bisa Dikunjungi! Pendakian Semeru Tutup Hingga Februari 2025
Oleh karena itu, PVMBG mengeluarkan larangan tegas. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh delapan kilometer dari puncak.
Selain itu, area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan juga menjadi zona terlarang karena potensi bahaya perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 13 kilometer.
"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," tegas Sigit.
Ia juga menambahkan imbauan untuk mewaspadai ancaman sekunder seperti awan panas guguran, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri
-
Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2
-
5 Santri di Malang Jadi Korban Kekerasan Seksual Pengajarnya Sendiri
-
Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata