Sedangkan jewawut ialah salah satu jenis milet ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, termasuk serat, protein, magnesium, dan fosfor. Jewawut juga dikenal memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga baik untuk menjaga kadar gula darah.
Kemudian ada jagung, singkong, dan ubi jalar yang merupakan komoditas yang sudah sangat akrab di masyarakat Jawa Timur dan memiliki nilai gizi tinggi, terutama sebagai sumber karbohidrat alternatif.
Diversifikasi makanan pokok bukan hanya tentang mencari pengganti beras, tetapi juga tentang memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.
Ketergantungan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Beruntung, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menyediakan berbagai alternatif makanan pokok pengganti beras yang tak kalah bergizi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
CEK FAKTA: Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Rp 2 Triliun dari Gus Yaqut, Benarkah?
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global
-
Peran Strategis UMKM Disorot Dirut BRI dalam Forum Keuangan Global WEF Davos
-
CEK FAKTA: China Resmi Tutup Pintu Wisatawan Israel, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako, Benarkah?