SuaraMalang.id - Pemerintah Kota Malang segera merealisasikan pembelian lahan eks Gedung Bank Mandiri Syariah di kawasan Kayutangan untuk dikembangkan menjadi kantong parkir yang terintegrasi dengan Parkir Vertikal Jalan Majapahit.
Proyek ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di kawasan tersebut serta menjadi sumber pemasukan daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua opsi tarif parkir: reguler dan progresif.
Perbedaan skema ini akan berdampak signifikan pada potensi pendapatan dari kantong parkir tersebut.
“Jika sistemnya reguler, potensi pendapatan berkisar antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per tahun. Namun, dengan tarif progresif, potensi itu bisa meningkat menjadi Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar,” jelas Rahmat, Minggu (12/1/2025).
Kantong parkir baru ini dirancang untuk menampung sekitar 123 mobil dan 760 motor. Angka tersebut jauh melebihi kapasitas parkir yang ada saat ini di kawasan Kayutangan.
Dengan tarif reguler saja, pendapatan diproyeksikan mencapai enam kali lipat dari retribusi parkir yang selama ini hanya menghasilkan sekitar Rp 200 juta per tahun.
“Proyeksi ini menunjukkan potensi besar dari optimalisasi lahan parkir di kawasan strategis seperti Kayutangan,” tambahnya.
Untuk tahap awal, Pemkot Malang akan memberlakukan tarif parkir reguler. Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat kondisi di lapangan, penerapan tarif progresif bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Baca Juga: Parkir Gratis di Kayutangan Heritage Selama Libur Natal
Tarif progresif yang diatur dalam Perda Kota Malang tahun 2023 mencakup tiga jam pertama dengan tarif reguler, dan tambahan Rp 1.000 per jam setelahnya.
“Kami akan memantau situasi di lapangan. Jika memang memungkinkan, penerapan tarif progresif akan dilakukan,” ungkap Rahmat.
Selain mengurangi kemacetan, kantong parkir ini diharapkan menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Kota Malang.
Kehadirannya juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pengembangan kawasan Kayutangan sebagai destinasi wisata unggulan.
Proyek ini menjadi langkah konkret Pemkot Malang dalam menangani isu transportasi dan tata kota, sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan daerah.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Parkir Gratis di Kayutangan Heritage Selama Libur Natal
-
Uji Coba Parkir Baru di Kayutangan Malang, Gratis Mulai 23 Desember
-
Waspada Copet! Kayutangan Heritage Malang Jadi Sorotan, Keamanan Dipertanyakan
-
Parkir di Malang Go Digital: Bayar Pakai QRIS, Target PAD Rp17 Miliar
-
Solusi Parkir Kayutangan: 2 Kantong Parkir Baru, Mampukah Atasi Macet?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Mukjizat di Jurang: Drama 7 Hari Penyelamatan Cakra dari Jalur Maut Semeru
-
Logo Singa Serupa Milik Arema FC Didaftarkan ke DJKI oleh Sejumlah Pihak, Manajemen Klub Keberatan
-
Bertaruh Nyawa di Kedalaman 375 Meter: Drama Penyelamatan Cakra di Jurang Semeru
-
22 SPPG di Malang Disegel Gara-gara Urusan Limbah
-
Hanya Selangkah dari Rumah: Dua Jemaah Haji Malang Wafat Saat Tiba di Tanah Air