SuaraMalang.id - Lansia berinisial PBS (63), warga Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, diamankan Polresta Malang Kota setelah melakukan perbuatan cabul terhadap 7 anak laki-laki. Korban pelaku, yang berusia dari tingkat SD hingga SMA, sebagian besar adalah tetangga pelaku.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M. Sholeh, menyatakan bahwa dari hasil penyidikan, pelaku memiliki kelainan psikologi dan merupakan penyuka sesama jenis.
“Tersangka mengalami kelainan secara psikologi dan ternyata penyuka sesama jenis,” ungkap Kompol Sholeh pada Kamis (9/1/2025).
Polisi telah melengkapi berkas perkara PBS dan segera menyerahkannya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.
“Saat ini berkas sudah lengkap dan kita serahkan ke Kejaksaan,” tambahnya.
Total ada 7 korban yang teridentifikasi, setelah awalnya hanya 2 korban yang berani melapor. Seluruh korban merupakan anak laki-laki berusia pelajar, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Pelaku melakukan aksinya di beberapa lokasi, termasuk di rumah dan kantornya, dengan memberikan iming-iming seperti uang puluhan ribu rupiah atau pakaian kepada korban.
“Korbannya 7 anak, semuanya laki-laki, dan tidak ada penambahan laporan baru,” ujar Sholeh.
Akibat perbuatannya, PBS dijerat dengan Pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. “Ancaman pidana maksimal 15 tahun,” jelas Sholeh.
Baca Juga: Parkir Gratis di Kayutangan Heritage Selama Libur Natal
Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama terkait interaksi sosial yang mencurigakan.
“Kami harap masyarakat lebih waspada dan segera melapor jika mengetahui tindakan yang mengarah pada pelecehan atau kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlindungan anak di lingkungan masyarakat, dengan harapan penegakan hukum yang tegas dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Parkir Gratis di Kayutangan Heritage Selama Libur Natal
-
Uji Coba Parkir Baru di Kayutangan Malang, Gratis Mulai 23 Desember
-
Maling Berjaket Ojol Curi Dalaman Wanita di Kos Malang, Polisi Buru Pelaku
-
Kejar-kejaran di Jalan Semeru! Satpol PP Malang Buru Truk Pengangkut Anjal-Gepeng
-
Ganja Sintetis 1,2 Ton! 8 Terdakwa Pabrik Narkoba Malang Hadapi Hukuman Mati
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar