SuaraMalang.id - Arema FC menerima hukuman denda sebesar Rp 30 juta dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah seorang oknum memasuki area lapangan pertandingan dan menghampiri pemain Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, dalam pertandingan yang berlangsung pada 26 Oktober 2024 lalu.
LOC Chairman Arema FC, Reza Ramandita, membenarkan bahwa tim Singo Edan telah menerima surat resmi mengenai sanksi tersebut.
“Kami mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian ini dan berkomitmen untuk berbenah ke depannya,” ungkap Reza dalam keterangannya, Rabu (6/11/2024).
Reza menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah pitch invasion atau invasi lapangan oleh penonton. Oknum yang terlibat adalah bagian dari staf servis Arema FC yang seharusnya berada di area official (OA) dan bukan di area lapangan pertandingan (FOP).
“Kelalaian terjadi karena oknum tersebut mengenakan seragam yang mirip dengan tim official, sehingga lolos dari pengawasan keamanan dan dapat masuk ke lapangan,” jelasnya.
Reza juga menambahkan bahwa oknum tersebut memiliki hubungan dekat dengan Hanif Sjahbandi, pemain Persija Jakarta yang sebelumnya pernah bermain untuk Arema FC dari 2017 hingga 2022.
"Oknum tersebut hanya bermaksud menyapa Hanif karena kedekatan yang terjalin ketika Hanif masih di Arema FC,” tambahnya.
Arema FC berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang, menjadikan sanksi ini sebagai pengingat penting untuk lebih berhati-hati dalam menjaga prosedur pertandingan.
Kontributor : Elizabeth Yati
Baca Juga: Langsung Nyetel, Dalberto Pemain Paling Produktif di Arema FC
Berita Terkait
-
Langsung Nyetel, Dalberto Pemain Paling Produktif di Arema FC
-
Coel Cornelli Ungkap Penyebab Kekalahan Arema FC dari Persija Jakarta
-
Pelatih Arema FC Tebar Ancaman ke Persija Jakarta
-
Tiket Arema FC Vs Persija Jakarta Telah Dirilis, Segini Harganya
-
Nostalgia! Sponsor Legendaris Siap Kembali Meriahkan Jersey Arema FC
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM