Viralnya video yang diunggah ke media sosial ternyata tidak diketahui oleh Abdul Rokhim maupun Daman. Menurut penjelasan Kapolsek Singosari, video tersebut direkam oleh salah satu kerabat Abdul Rokhim yang tinggal di Blitar, saat ia berkunjung ke rumah untuk takziah.
Tanpa sepengetahuan Abdul Rokhim, video tersebut kemudian diunggah ke media sosial, yang menyebabkan permasalahan lama kembali mencuat ke publik.
“Pemilik rumah tidak mengetahui bahwa video tersebut diunggah ke media sosial. Awalnya, video tersebut hanya direkam oleh salah satu saudaranya yang sedang berkunjung,” kata Kompol Ade.
Baik Abdul Rokhim maupun Daman merasa keberatan dengan penyebaran video tersebut karena masalah di antara mereka sebenarnya sudah diselesaikan secara damai lebih dari setahun lalu.
Tidak adanya penjelasan yang jelas dalam unggahan video juga menyebabkan kesalahpahaman di kalangan warganet.
“Saat ini, permasalahan tersebut sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak. Mereka merasa terganggu dengan viralnya video yang tidak menjelaskan konteks sebenarnya, sehingga menimbulkan kegaduhan di media sosial,” ujar Kompol Ade.
Kesepakatan Damai dan Imbauan dari Aparat
Setelah klarifikasi dilakukan, kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka sudah berdamai dan tidak ada lagi permasalahan terkait penembokan tersebut.
Mereka bahkan menyesalkan penyebaran video yang akhirnya menimbulkan keresahan di kalangan warga dan pengguna media sosial.
Baca Juga: KPU Kabupaten Malang Buka Pendaftaran 28.294 KPPS, Ini Persyaratannya
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan tidak ada potensi konflik lanjutan antara kedua keluarga tersebut.
“Kami sudah melakukan mediasi dan memastikan bahwa situasi di lapangan sudah kondusif. Pihak keluarga juga sepakat untuk tidak memperpanjang masalah ini,” tegas Kapolsek Singosari.
Polsek Singosari mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan selalu mencari klarifikasi dari pihak yang berwenang.
Warganet juga diharapkan lebih bijak dalam menanggapi konten-konten viral yang tersebar di media sosial agar tidak menimbulkan fitnah atau masalah baru yang sebenarnya sudah selesai.
“Jika ada hal-hal yang dirasa kurang jelas, sebaiknya tanyakan langsung kepada pihak terkait atau perangkat desa setempat. Jangan sampai ada lagi video yang membuat kegaduhan padahal masalah tersebut sudah selesai,” pungkas Kompol Ade.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
KPU Kabupaten Malang Buka Pendaftaran 28.294 KPPS, Ini Persyaratannya
-
Kronologi Pasangan Kekasih di Malang Aborsi Pakai Obat dari TikTok
-
PKS Kabupaten Malang Galang Suara Milenial dan Gen Z untuk Abah Gunawan - Dokter Umar
-
PKS Malang Tancap Gas untuk Pemenangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim
-
KPU Kabupaten Malang Petakan Daerah yang Butuh Perhatian Khusus untuk Distribusi Logistik Pilkada 2024
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub
-
Pengamanan Wisata Malang Diperketat Jelang Nataru, Polisi Siaga di 183 Destinasi Favorit!
-
54 Napi Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi Natal 2025, Tak Ada yang Langsung Bebas!
-
Arema FC vs Madura United Berakhir Dramatis, Duel Sengit di Kanjuruhan Gagal Beri Tiga Poin
-
Laga Arema FC vs Madura United, Stadion Kanjuruhan Dikawal Ketat 758 Personel Gabungan