SuaraMalang.id - Nasib apes dialami seorang pria berinisial MS (55) asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dia mengaku menjadi korban penipuan dukun yang mengaku bisa menggandakan uang.
Korban mengaku rugi hingga mencapai Rp3 miliar. MS didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
Kuasa hukum MS, Didik Lestariyono dan Robby Prastyo menyebutkan kejadian bermula pada 2015. Ketika itu MS dikenalkan oleh temannya ke seorang dukun yang disebut bisa menggandakan uang.
"Terduga pelaku ini lihai memanipulasi klien kami dengan berbagai ritual dan mantra untuk mengelabui klien kami hingga klien kami rela menyerahkan uangnya. Modusnya, terduga pelaku ini menjanjikan kekayaan instan melalui kekuatan gaib," ujar Robby dikutip dari TIMES Indonesia--jaringan Suara.com, Kamis (19/9/2024).
Sang dukun menjanjikan MS akan ada fenomena hujan uang di ruang tamu rumahnya. "Di situlah klien kami menaruh kepercayaan (kepada terduga pelaku untuk menggandakan uang)," katanya.
MS tergiur dengan yang dijanjikan sang dukun. Pria 55 tahun tersebut kemudian menyerahkan uang sekitar Rp3 miliar sebagai syarat.
"Uang sebanyak Rp3 miliar itu diserahkan sekaligus. Dan dijanjikan bahwa dalam 4 bulan, akan menjadi Rp20 Miliar," imbuh Didik.
Namun, janji yang dijanjikan sang dukun tidak kunjung datang. Setelah ditunggu 4 bulan uang Rp20 miliar tak pernah ada.
MS akhirnya sadar bahwa telah ditipu. Korban ingin menyelesaikan permasalahannya secara kekeluargaan.
Baca Juga: Pencuri Tabung Gas Berkeliaran di Kota Malang: Lagi Marak Apa Gimana?
Sang dukun sempat membuat surat pernyataan dengan berjanji akan melunasi utangnya Rp3 miliar pada November 2016. Akan tetapi, tak ditepatinya. MS akhirnya mengambil langkah hukum pada 2024.
"Kantor hukum kami telah secara resmi melaporkan perkara tersebut kepada Polda Jatim atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seorang dukun pengganda uang," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM