SuaraMalang.id - Insiden kekerasan mengguncang Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dimana dua pemuda setempat, Gufron (16) dan Ruzal (19), ditangkap oleh polisi karena terlibat dalam pengeroyokan brutal terhadap Lutfi (24), warga Kabupaten Pasuruan. Kejadian ini terjadi di Warung Cak Londo, Pancer Puger, pada dini hari pukul 03.00.
Menurut laporan kepolisian, Lutfi menderita luka parah di wajah dan tangannya, yang menyebabkan ia tidak sadarkan diri dan harus dirawat intensif.
"Korban awalnya dibawa ke IGD Puskesmas Puger dan kemudian dirujuk ke RSD dr Soebandi di Jember karena kondisinya yang kritis," ungkap AKP Facthur Rahman, Kapolsek Puger, Senin (12/8/2024).
Insiden ini bermula ketika Lutfi bersama istrinya, Sofiah (19), dan beberapa teman mereka, sedang menghabiskan waktu di warung tersebut.
Dalam perjalanan pulang, mereka dihadang oleh Gufron, Ruzal, dan sekelompok besar pemuda yang mengendarai sepeda motor. Tanpa provokasi yang jelas, mereka langsung menyerang Lutfi.
"Lebih dari sepuluh orang terlibat dalam pengeroyokan itu. Karena jumlah pelaku yang banyak, korban tidak dapat melawan dan akhirnya tumbang dengan luka yang serius," kata AKP Rahman.
Pihak kepolisian berhasil menangkap Gufron dan Ruzal setelah mendapat laporan dari saksi dan melakukan penyelidikan.
Sementara itu, polisi masih memburu anggota kelompok lain yang terlibat dalam serangan tersebut dan mereka telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Motif di balik serangan ini diduga berkaitan dengan masalah asmara, dimana istri korban, Sofiah, pernah memiliki hubungan dengan salah satu pelaku.
Baca Juga: Brakk! Kecelakaan Maut di Jalan Surabaya-Malang, Seorang Pengendara Motor Tewas
"Kami telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk batu yang digunakan dalam penganiayaan tersebut," tambah AKP Rahman.
Kepolisian setempat mengimbau pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri dan meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor agar dapat membantu proses penangkapan pelaku lainnya.
Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat tentang keamanan di wilayah mereka.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Brakk! Kecelakaan Maut di Jalan Surabaya-Malang, Seorang Pengendara Motor Tewas
-
Di Bawah Umur, 4 Pelaku Pengeroyokan Maut di Batu Jalani Sidang Tanpa Ditahan
-
Beda Nasib Pelaku Pengeroyokan Siswa SMP di Batu: Ada yang DO, Ada yang Ditahan Ijazahnya
-
Hukuman Pelaku Pengeroyokan Siswa SMP di Batu Dikurangi, Ini Alasannya
-
Fakta Baru Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Kota Batu, Tenggak Miras Sebelum Beraksi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang