- Pemkot Malang salurkan 1.000 dosis vaksin PMK tahap awal.
- Tiga kecamatan prioritas karena populasi ternak paling banyak.
- Pengawasan lalu lintas ternak tetap dilakukan tanpa penyekatan.
SuaraMalang.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur (Jatim), mulai mendistribusikan vaksin PMK Kota Malang sebanyak 1.000 dosis sebagai langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Penyaluran tahap awal ini menjadi respons cepat pemerintah daerah untuk menekan potensi penularan, khususnya di wilayah dengan populasi ternak tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan distribusi vaksin PMK Kota Malang pada tahap pertama difokuskan di tiga kecamatan, yakni Lowokwaru, Sukun, dan Kedungkandang. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki jumlah ternak yang cukup besar sehingga menjadi prioritas pengamanan.
“Kami menghabiskan dulu vaksin ini, tahap awal kami sasarkan di wilayah yang populasi hewan ternaknya banyak untuk mengantisipasi PMK, setelah itu baru menyebar ke kecamatan lain,” kata Slamet, Rabu (3/2/2026).
Ia menjelaskan, setelah seluruh ketersediaan vaksin PMK Kota Malang tahap awal ini habis, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meminta suplai tambahan. Langkah ini dilakukan agar proses vaksinasi bisa diperluas ke kecamatan lain di wilayah Kota Malang.
Distribusi vaksin ini juga merupakan tindak lanjut dari temuan dua kasus PMK di Kecamatan Lowokwaru beberapa waktu lalu. Kedua kasus tersebut, menurut Slamet, telah tertangani dengan baik oleh tim Dispangtan. Hewan ternak yang sempat terjangkit kini telah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan hasil pengawasan terbaru, pihaknya menyebut sudah tidak menemukan laporan tambahan terkait kemunculan wabah PMK di Kota Malang. Meski begitu, upaya pencegahan tetap diperkuat agar penyakit tersebut tidak kembali muncul.
Selain pemberian vaksin PMK Kota Malang, Dispangtan juga melakukan langkah pendukung berupa pemberian vitamin kepada hewan ternak serta penyemprotan cairan disinfektan di kandang-kandang peternak.
Pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Kota Malang juga terus dilakukan, meski tanpa pemberlakuan penyekatan.
Dispangtan tetap menjalin koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk memantau perkembangan kasus PMK di daerah lain. Slamet menegaskan, setiap lalu lintas hewan ternak wajib disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Untuk lalu lintas hewan wajib disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” katanya.
Ia juga mengimbau para peternak agar segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, seperti luka di mulut atau kaki, serta keluarnya lendir berlebihan.
Deteksi dini dan penanganan cepat, menurutnya, menjadi kunci agar penularan PMK tidak meluas, seiring terus digencarkannya program vaksin PMK Kota Malang di berbagai wilayah. (Antara)
Berita Terkait
-
Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya
-
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah
-
Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas