SuaraMalang.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang masih menunggu surat rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPC PKB Kota Malang, Fatchullah, menanggapi kabar bahwa H Moch Anton sudah mendapat rekomendasi dari DPP PKB.
"Soal itu kami belum dapat kabar. Kalau turun (rekom turun) pasti kami diberitahu secara resmi. Tidak mungkin jika DPC tidak diberi tahu," tutur Fatchullah saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2024).
Fatchullah menjelaskan bahwa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum rekomendasi resmi turun dari DPP untuk pencalonan dalam Pilkada di daerah, khususnya Pilkada Kota Malang. Salah satunya adalah pemberian Surat Tugas.
Diketahui, berbagai partai politik telah memberikan surat tugas kepada calon-calon yang dianggap potensial atau yang sudah mendaftarkan diri dalam penjaringan partai.
"Karena aturannya ada surat tugas dulu. Calon-calon yang dinilai potensial diberi surat tugas oleh DPP dan pasti akan dapat surat itu dulu. Lalu nanti ada evaluasi dan monitoring hasil dari tugas dijalankan, baru ada rekom turun," tegas Fatchullah.
Ia juga mengungkapkan bahwa belum ada calon-calon yang mendaftar dalam penjaringan terbuka maupun internal yang mendapat surat tugas tersebut.
Saat ini, Fatchullah menyatakan bahwa bakal calon dari PKB masih mengikuti proses Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK).
Sebelumnya, ramai beredar informasi bahwa H Moch Anton atau Abah Anton mendapat sinyal rekomendasi dari DPP PKB setelah bertemu dengan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, di Malang pekan lalu.
Baca Juga: Klaim Rekom untuk Abah Anton Maju Pilwali Malang Dipatahkan DPC PKB: Kalau Turun Saya Diberitahu
Namun, Fatchullah menegaskan bahwa pihaknya belum menerima kabar resmi terkait hal tersebut dan masih menunggu arahan lebih lanjut dari DPP PKB.
Dengan demikian, keputusan akhir mengenai calon yang akan diusung oleh PKB dalam Pilkada Kota Malang masih menunggu proses dan keputusan resmi dari DPP PKB.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Klaim Rekom untuk Abah Anton Maju Pilwali Malang Dipatahkan DPC PKB: Kalau Turun Saya Diberitahu
-
Ini Jagoan PKB di Pilwali Malang, Sosoknya Tak Asing
-
Ardantya Syahreza, Kuda Hitam di Bursa Calon Wali Kota Malang dari PKB
-
Sanusi Siap Berlaga di Pilkada Malang 2024, Tunggu Restu Megawati dan Pendamping Misterius
-
Siapa yang Dipilih Mega? Sanusi dan Gunawan Berebut Rekomendasi PDI Perjuangan di Pilbup Malang
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya