SuaraMalang.id - Pantai Parang Dowo, sebuah hidden paradise yang masih jarang diketahui banyak orang, terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menjadi bagian dari julukan Kabupaten Malang sebagai "Seribu Pantai," destinasi ini menawarkan panorama pantai yang menakjubkan dengan batu karang unik yang bisa berubah warna sesuai musim, membuatnya menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta tempat terpencil dan keindahan alam.
Pantai Parang Dowo menawarkan pengalaman berlibur yang tenang jauh dari keramaian, dengan pemandangan karang yang mempesona.
Batu karang sepanjang satu kilometer dengan tinggi sekitar dua meter tersebut berfungsi sebagai pemecah ombak, menjadikan pantai ini lokasi yang aman untuk berenang atau sekadar berendam di tepi pantai.
Uniknya, batu karang di Pantai Parang Dowo berubah warna sesuai dengan kondisi cuaca; hijau saat musim hujan dan kuning ketika musim kemarau.
Hal ini menjadi daya tarik tambahan, terutama bagi penggemar fotografi, dengan spot foto yang sangat instagramable, terutama saat air laut surut dan kolam-kolam kecil alami terbentuk pada ceruk batu karang, serasa jacuzzi alami.
Dari pusat Kota Malang, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 65 kilometer dengan waktu berkendara kurang lebih dua jam.
Tiket masuk ke pantai ini terjangkau, hanya Rp 10.000, dan pantai ini buka 24 jam.
Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi akan dikenakan tarif parkir Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Baca Juga: Liburan ke Malang? 6 Cafe Instagramable Ini Wajib Masuk Daftar
Fasilitas di Pantai Parang Dowo cukup lengkap untuk mendukung kenyamanan pengunjung, termasuk musala, warung makan, area camping, serta toilet dan kamar mandi dengan tarif yang terjangkau.
Bagi pengunjung yang ingin menginap, tersedia penginapan dengan tarif Rp250.000 per malam.
Pantai Parang Dowo menawarkan kombinasi sempurna antara petualangan, relaksasi, dan keindahan alam.
Ini adalah tempat yang ideal untuk liburan bersama teman atau keluarga yang mencari ketenangan serta keunikan alam yang jarang ditemukan di tempat lain.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Liburan ke Malang? 6 Cafe Instagramable Ini Wajib Masuk Daftar
-
Pecinta Pedas Merapat! Ini 6 Warung Seblak Terlezat di Malang
-
Kayutangan Heritage: Bukti Hidup Sejarah Malang Sejak Abad ke-13
-
Lelah dengan Berita Penganiayaan? Refresh Pikiran di Coban Supit Urang Malang
-
Pasir Putih, Kelapa Bukit Indah! 10 Ribu Bisa Nikmati Surga Tersembunyi di Malang
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Madrasah: Rahasia MAN 2 Malang Cetak Puluhan Siswa Tembus Kampus Top Dunia
-
Gerbang Lahor Memanas: PJT I Pastikan Pelajar dan Pedagang Gratis, Pengamanan Objek Vital Diperketat
-
Duel Taktik Arema FC vs Pressing Ketat Malut United Berakhir Imbang di Kanjuruhan
-
Tanpa Kuartet Brasil, Arema FC Siapkan 'Tembok' Baru Redam David da Silva dan Ciro Alves
-
Dari Ompreng Pindah ke Meja Prasmanan: Gaya Baru MBG di MIN 2 Malang