SuaraMalang.id - Dalam upaya pemberantasan mafia tanah, Satgas Anti Mafia Tanah gabungan telah berhasil membongkar tujuh kasus tindak pidana pertanahan di Banyuwangi dan Pamekasan, Jawa Timur.
Penindakan ini menghasilkan penetapan lima orang sebagai tersangka, dengan total aset tanah yang berhasil diselamatkan mencapai 15.652 meter persegi.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
"Kami telah menemukan sekitar 1.200 sertifikat palsu di Banyuwangi yang ditahan oleh Kantor Pertanahan setempat, atas instruksi dari Satgas Anti Mafia Tanah," kata AHY di Mapolda Jatim, Sabtu (16/3/2024).
Di Banyuwangi, kerugian negara dari kasus pertanahan ini diperkirakan mencapai Rp17,769 miliar, dengan luas tanah yang terlibat sebesar 14.250 meter persegi.
Potensi kerugian negara dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak penghasilan (PPh) diperkirakan mencapai Rp506 juta.
Ketua Satgas Anti Mafia Tanah Pusat, Brigjen Pol Arif Rachman, menjelaskan bahwa pengungkapan awal berada di Banyuwangi, dengan menetapkan dua tersangka, P (54) dan PDR (34).
"Tersangka PDR membantu P untuk menunjukkan batas tanah kepada petugas BPN serta melengkapi persyaratan secara online dan menjadi saksi dalam akta jual beli," jelas Arif.
Sementara di Pamekasan, tiga orang tersangka ditetapkan dalam kasus serupa, di mana satu bidang tanah dengan luas 1.418 meter persegi telah terbit sertifikat hak milik (SHM) atas nama Devitli pada tahun 1999.
Baca Juga: Digerebek, Polhut Temukan Daging Rusa dan Lutung di Rumah Warga Banyuwangi
Dokumen palsu kemudian digunakan untuk mengajukan permohonan SHM baru, yang mengakibatkan terbitnya SHM atas nama S pada tahun 2020. Tanah tersebut dijual seharga Rp1,3 miliar kepada pihak ketiga.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto, mengatakan, "Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim pada tahun 2023 telah mengungkap 14 target operasi khusus kasus pertanahan dengan 15 tersangka dan total aset tanah seluas 11.928.042 meter persegi."
Di tahun 2024, telah ditetapkan tujuh target operasi, dengan dua kasus di Banyuwangi dan Pamekasan yang sudah dinyatakan lengkap (P-21).
Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen pemerintah dan kepolisian dalam memberantas praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat dan negara, serta memastikan perlindungan hukum bagi pemilik sah tanah.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Digerebek, Polhut Temukan Daging Rusa dan Lutung di Rumah Warga Banyuwangi
-
Jadwal Buka Puasa Jember dan Sekitarnya Rabu 13 Maret 2024
-
Jadwal Imsakiyah Jember dan Sekitarnya Rabu 13 Maret 2023
-
Kalah Suara, Caleg Partai Nasdem Bongkar Lagi Paving Block yang Sudah DIkasih ke Warga
-
AHY Tegaskan Pertemuan Prabowo dan SBY Tak Bahas Posisi Menteri
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
CEK FAKTA: Pesawat AS Dibajak saat Badai Salju, Benarkah NATO Murka?
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Vaksin PMK Kota Malang Disalurkan, 1.000 Dosis Fokus Tiga Kecamatan Rawan
-
7 Fakta Gus Idris Diduga Lecehkan Model Perempuan, Modus Syuting Konten Horor
-
Gunung Semeru Erupsi Malam Hari, Letusan Capai 1.000 Meter dan Lava Pijar Mengalir