SuaraMalang.id - Tragedi Kanjuruhan Malang Jawa Timur yang menyebabkan 448 korban, 125 diantaranya meninggal dunia dan sisanya luka-luka membuat prihatin budayawan MH Ainun Nadjib atau Cak Nun.
Cak nun menyampaikan duka mendalam atas tragedi di Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya, Minggu (01/10/2022). Dalam peristiwa itu, banyak Aremania--suporter Arema--termasuk di dalamnya perempuan dan anak-anak tewas.
"Kalau dari hati saya ya, saya sedih, malu dan marah. Satu orang mati itu sama dengan semua orang meninggal dunia," kata Cak Nun dikutip dari laman Channel Youtube CakNun.com, Selasa (04/10/2022).
"Saya sedih, ikut berbelasungkawa kepada keluarga. Kami punya kedekatan dengan Aremaiyah-Aremania, Bonek, Pasopati. Saya malu, saya khawatir ada kesalahan akhlak dari Aremania. Saya marah, itu berarti ini ada yang enggak benar. Bukan soal sepak bola tapi tatanan hidup bersama," katanya menambahkan.
Cak Nun bicara banyak hal soal Tragedi Kanjuruhan ini, namun salah satu yang menarik adalah independensi penanganan kasus dan sorotan terhadap kepolisian.
Cak Nun misalnya, meminta Menkopolhukam Mahfud MD agar meyakinkan publik kalau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah benar-benar obyektif dan independen.
"Kalau bisa Pak Mahfud meyakinkan itu tim independen, obyektif, bukan tim Polri. Sebab kalau Tim Polri masih rawan tuduhan. Lho, mosok polri itu punya kemungkinan salah, masak dia yang memimpin penyelidikan. Itu kan tidak baik untuk preseden hukum nasional," kata Cak Nun.
Kemudian soal penyebab kematian pada korban, Cak Nun meminta agar melibatkan kedokteran untuk menyelidiki kasus itu. Sebab kematian ratusan suporter tersebut bukan karena tawuran antar suporter Aremania dan Bonek.
"Itu meninggalnya harus diselidiki oleh kedokteran. Ini matinya sekian karena ini, sekian karena ini. Ada yang matinya karena terinjak-injak berarti efek cari chaos, ada yang mati karena gas," ujarnya.
Berikutnya, Cak Nun meminta agar ada pembenahan, terutama terkait penggunaan gas air mata. Gas itu untuk apa? Cak Nun berargumen, gas itu mestinya untuk perang, untuk terorisme, bukan untuk suporter sepak bola.
Kemudian soal prosedur penggunaan gas air mata, MH berpandangan kepolisian harus membenahi lagi prosedurnya. Mungkin saja, menembakkan gas air mata di dalam stadion itu pasti salah.
"Gas air mata digunakan di mana, itu kan pasti ada aturan mainnya itu. Jangan sampai suporter sepak bola disamakan dengan teroris. Dan jangan sampai menyelamatkan orang lain dengan cara membunuh salah satu," ujarnya menambahkan.
Untuk detailnya cek videonya di bawah ini:
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Tim ini akan mencari fakta-fakta dan akan diumumkan dalam waktu 24 jam ke depan.
Tim tersebut selanjutnya akan menyelesaikan tugas mereka dalam mengusut tragedi Kanjuruhan dalam kurun waktu antara dua sampai tiga minggu ke depan. Dalam tragedi itu, sebanyak 125 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka serius hingga berat.
Tag
Berita Terkait
-
Terpopuler: Tragedi Kanjuruhan Hilangkan Semangat Valentino Jebret, Abu Janda Sindir Anies Baswedan dan Partai NasDem
-
Pentolan Aremania Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Kakak Kandung Minta Kasus Diusut Tuntas
-
Usai Gelar Perkara, Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik Tahap Penyidikan
-
Berkaca Dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Minta Pasukan Pengamanan P20 Pedomani Perkap
-
Pesan Menyentuh Bima Sakti untuk Suporter Pasca Tragedi Kanjuruhan: Lebih Dewasa dan Bersatu
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi
-
BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Hadiahkan Sepeda untuk Temani Langkah Menuju Cita-Cita
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok