SuaraMalang.id - Nasib sopir bus antar kota di Banyuwangi, Jawa Timur kian merana. Dibalik tarif bus antar kota yang harus naik akibat penyesuaian harga BBM, mereka juga sepi penumpang.
Padahal saat tarif bus antar kota masih relatif murah sebelum harga BBM naik, kursi penumpang sering renggang dan hanya sesekali saja armada bus dibanjiri penumpang.
Namun kondisi tersebut semakin memburuk setelah harga BBM naik dan tarif penumpang juga naik. Tak jarang para sopir bus berkendara tanpa penumpang.
Eko, salah satu sopir bus antar kota di Banyuwangi bercerita jika sulitnya mencari penumpang memang sudah dialami sejak beberapa tahun terakhir, namun setelah harga BBM naik, dia semakin terpuruk, karena tarif bus yang juga mahal.
Baca Juga: Tarif Angkot di Banyuwangi Diusulkan Naik Hingga Rp 1.500
"Sekarang tambah sulit, sebelum BBM naik saja sudah sulit, apalagi BBM sekarang naik. Satupun sekarang penumpang tidak ada yang naik. Sepi banget," kata Eko, Senin (19/9/2022).
Eko melayani perjalanan penumpang antara Banyuwangi-Jember, sebelum harga BBM naik, tarif yang dipatok dikisahkan Rp 60 ribu, namun saat ini pihaknya terpaksa menaikkan tarif hingga Rp 70 ribu.
"60 saja waktu itu sulit dapat penumpang satu saja, tambah naik tambah gak tau lagi ini, lokalan saja gak ada ini," cetus Eko.
Eko bekerja sebagai sopir bus mulai tahun 1999 atau sekitar 23 tahun, dia sempat merasakan manisnya menjadi sopir bus saat masa awal dia bekerja, selain tarif yang cukup terjangkau, saat itu penumpang juga cukup banyak setiap harinya.
Sementara itu, Iwan Hendarto, Admin Terminal Brawijaya mengatakan jika tarif bus antar kota memang mengalami kenaikan yang signifikan, dia menyebut kenaikan berkisar di angka 10 hingga 35 persen.
Baca Juga: Gelar Aksi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Aliansi Mahasiswa Blokade Kantor Bupati Banyuwangi
"Untuk transportasi di Banyuwangi rata-rata kenaikan 10 persen sampai 35 persen, seluruh jurusan dari Banyuwangi, kalau dari Banyuwangi ke Jogja sebelumnya Rp 160 ribu lalu naik Rp 200 ribu," ungkap Iwan.
Berita Terkait
-
Film Horor 'Pembantaian Dukun Santet' Diangkat dari Thread Viral, Ini Ceritanya!
-
Selain Ketupat, Ini 4 Tradisi Lebaran yang Masih Hidup di Banyuwangi
-
Dulu Calon Bintang Timnas Indonesia, Jagoan Indra Sjafri Malah Ditendang Klub Kasta Terbawah
-
Kronologi Penolakan Film Lemah Santet Banyuwangi, MD Pictures Tarik Materi Promosi
-
Film Lemah Santet Banyuwangi yang Mengangkat Kisah Nyata di Tahun 1998
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno