Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:03 WIB
Pasukan China. [Timesindonesia.co.id]

China dan India dituduh memberikan perlindungan diplomatik kepada Rusia selama perang berbulan-bulan di Ukraina, dengan menentang sanksi Barat dan penjualan senjata ke Kyiv.

Tetapi China menegaskan, partisipasinya dalam latihan bersama ini tidak terkait dengan situasi internasional dan regional saat ini.

Ini adalah latihan militer gabungan kedua yang dilakukan oleh pasukan China dan Rusia tahun ini.

Pembom dari kedua negara juga telah melakukan latihan 13 jam di dekat perairan Jepang dan Korea Selatan pada bulan Mei lalu, sehingga memaksa negara-negara tersebut mengerahkan jet tempur, saat Presiden AS Joe Biden mengunjungi Tokyo .

Baca Juga: 18 Warga Bali di Amerika Kehilangan Koper di Dalam Truk, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price mengatakan Amerika Serikat tidak terpengaruh oleh latihan tersebut.

"Sebagian besar negara peserta secara rutin juga berpartisipasi dalam beragam latihan militer dan pertukaran dengan Amerika Serikat juga," katanya dalam konferensi pers.

Load More