Riki Chandra
Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:00 WIB
Ledakan di pabrik tahu tewaskan seorang pekerja. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  •  Ketel uap pabrik tahu meledak saat produksi pagi hari.

  • Satu pekerja tewas di lokasi kejadian Kabupaten Malang.

  • Polisi selidiki penyebab ledakan ketel uap pabrik tahu.

SuaraMalang.id - Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dan menewaskan seorang pekerja pada Sabtu (31/1/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, saat aktivitas produksi baru saja dimulai.

Korban diketahui bernama Purnomo (50), seorang pekerja yang bertugas mengatur pengapian ketel uap. Saat Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak, korban berada tepat di depan tungku perebus air yang digunakan dalam proses produksi tahu. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan membuat korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Saksi mata sekaligus rekan kerja korban, M Saiful Kofa (57), mengatakan dirinya berada di ruang penggilingan kedelai ketika Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak secara tiba-tiba. Ia mengaku sempat mendengar suara keras menyerupai ledakan bom hanya beberapa menit setelah ketel dinyalakan.

“Awalnya ketel sudah dinyalakan sejak pagi. Biasanya kalau tekanan uap berlebih, asap akan keluar sendiri. Tapi ini baru sekitar lima menit, tiba-tiba terdengar suara ‘bleng’ seperti bom,” ujar Saiful, dikutip dari BeritaJatim.

Menurut Saiful, sebelum ledakan, uap dari ketel masih keluar seperti kondisi normal. Ia kemudian masuk ke ruangan untuk menggiling kedelai. Tak lama berselang, suara ledakan keras terdengar dan ruangan seketika dipenuhi debu.

“Saya kaget, langsung keluar sambil teriak-teriak mencari Pak Purnomo, tapi tidak ada jawaban. Setelah saya cari, beliau sudah menggeletak di dekat ketel, kondisinya bercampur abu dan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Saat kejadian, hanya terdapat dua pekerja di dalam pabrik tersebut. Saiful bertugas di bagian pencetakan tahu di dalam ruangan, sementara korban mengatur pengapian ketel uap di area luar dapur produksi.

Ketel uap yang meledak diketahui terbuat dari pelat besi berbentuk bulat menyerupai drum dengan kapasitas sekitar 700 liter. Ketel tersebut menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas dan digunakan setiap hari tanpa pernah mengalami masalah sebelumnya.

Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menjelaskan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian. Polisi melakukan pengamanan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu berada di depan tungku atau ketel perebus air berbahan pelat yang digunakan untuk proses produksi tahu,” ujar Sunarko.

Unit Identifikasi Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak tersebut. Polisi juga berencana melakukan visum terhadap korban di RS Saiful Anwar Kota Malang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Load More