-
Ketel uap pabrik tahu meledak saat produksi pagi hari.
-
Satu pekerja tewas di lokasi kejadian Kabupaten Malang.
-
Polisi selidiki penyebab ledakan ketel uap pabrik tahu.
SuaraMalang.id - Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dan menewaskan seorang pekerja pada Sabtu (31/1/2026).
Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, saat aktivitas produksi baru saja dimulai.
Korban diketahui bernama Purnomo (50), seorang pekerja yang bertugas mengatur pengapian ketel uap. Saat Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak, korban berada tepat di depan tungku perebus air yang digunakan dalam proses produksi tahu. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan membuat korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Saksi mata sekaligus rekan kerja korban, M Saiful Kofa (57), mengatakan dirinya berada di ruang penggilingan kedelai ketika Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak secara tiba-tiba. Ia mengaku sempat mendengar suara keras menyerupai ledakan bom hanya beberapa menit setelah ketel dinyalakan.
“Awalnya ketel sudah dinyalakan sejak pagi. Biasanya kalau tekanan uap berlebih, asap akan keluar sendiri. Tapi ini baru sekitar lima menit, tiba-tiba terdengar suara ‘bleng’ seperti bom,” ujar Saiful, dikutip dari BeritaJatim.
Menurut Saiful, sebelum ledakan, uap dari ketel masih keluar seperti kondisi normal. Ia kemudian masuk ke ruangan untuk menggiling kedelai. Tak lama berselang, suara ledakan keras terdengar dan ruangan seketika dipenuhi debu.
“Saya kaget, langsung keluar sambil teriak-teriak mencari Pak Purnomo, tapi tidak ada jawaban. Setelah saya cari, beliau sudah menggeletak di dekat ketel, kondisinya bercampur abu dan sudah tidak bernyawa,” katanya.
Saat kejadian, hanya terdapat dua pekerja di dalam pabrik tersebut. Saiful bertugas di bagian pencetakan tahu di dalam ruangan, sementara korban mengatur pengapian ketel uap di area luar dapur produksi.
Ketel uap yang meledak diketahui terbuat dari pelat besi berbentuk bulat menyerupai drum dengan kapasitas sekitar 700 liter. Ketel tersebut menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas dan digunakan setiap hari tanpa pernah mengalami masalah sebelumnya.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menjelaskan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian. Polisi melakukan pengamanan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu berada di depan tungku atau ketel perebus air berbahan pelat yang digunakan untuk proses produksi tahu,” ujar Sunarko.
Unit Identifikasi Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak tersebut. Polisi juga berencana melakukan visum terhadap korban di RS Saiful Anwar Kota Malang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Berita Terkait
-
3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea
-
Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
-
Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio
-
BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang