SuaraMalang.id - Aksi nekat dilakukan warga Dusun Asem Desa Pasinan, Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ( Jatim ). Pria bernama Julianto (49) itu nekat mengendarai sepeda motor satu kaki.
Aksinya ini sempat membuat resah pengendara motor lain sebab dinilai ugal-ugalan di jalan raya. Aksi Julianto ini sendiri sempat viral di media sosial dan membuat heboh warganet.
Peristiwa tersebt direkam warga di jalan raya Kecamatan Nguling. Akibat ulahnya, Julianto diamankan pihak kepolisian di pos Lantas Ngopak, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
"Saya melakukan ini hanya untuk sebuah konten di media sosial saja. Karena kan saya terkenalnya suka atraksi di jalan dan saya juga berprofesi sebagai tukang ojek, jadi sudah biasa di jalanan," kata Julianto, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (8/8/2022).
Julianto juga mengatakan bahwa saat melakukan atraksi di jalan, dirinya telah dibayar oleh seseorang. Orang yang membayar aksinya tersebut juga tak dikenal dan hanya berkomunikasi melalui sosial media.
Julianto mengaku akhir-akhir ini penghasilannya sebagai tukang ojek semakin sedikit. Karena demi dapat tambahan uang, dia pun nekat melakukan aksi ugal-ugalan di jalanan meski membahayakan pengendara lain.
"Pas tarikan ojek sepi. Saya akhirnya mau dibayar Rp 150 ribu buat atraksi. Motornya juga pinjam teman," katanya.
Menurut Julianto, bukan kali ini saja dia ditangkap karena aksi naik motor ugal-ugalannya viral. Sebelumnya dia juga pernah melakukan aksi serupa bahkan lebih ngawur karena naik motor tiduran dengan membawa bendera di jalanan pada tahun 2020 lalu.
"Saya sudah menyesal telah melakukan atraksi yang membahayakan ini. Apalagi saya juga sudah punya anak istri jadi kalau diingat lagi kasihan mereka," sesalnya.
Baca Juga: Kasus Pencabulan di Kota Pasuruan Naik 42 Persen, Catat Ini Nomor Aduan Kekerasan Seksual
Sementara itu, Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudhiyono mengungkapkan jika pihaknya telah memberi sanksi pembinaan kepada Julianto. Pelaku juga diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan lagi aksi berbahaya di jalan raya.
"Aksinya jelas membahayakan karena dilakukan di jalanan. Apalagi motornya tidak standar, spionnya juga tidak ada," ujarnya.
Berita Terkait
-
Kasus Pencabulan di Kota Pasuruan Naik 42 Persen, Catat Ini Nomor Aduan Kekerasan Seksual
-
Kisah Ayah di Pasuruan Nekat Curi Susu di Minimarket Buat Anaknya yang Lapar Berakhir Damai
-
Tukang Sapu Jalan di Pasuruan Curi Susu Demi Anak
-
Sejumlah LSM Desak Kejaksaan Bongkar Otak Penyunatan Bantuan Operasional Pendidikan
-
Tragis! Seorang Remaja Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di By Pass Surabaya-Malang
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang