SuaraMalang.id - Sungai Bedadung di Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ) ternyata mengandung kadar fosfat (phospat) tidak wajar. Ini gegara banyaknya limbah sampah dibuang di sana.
Hasil penelitian Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation & Wetland Conservation (Ecoton) menyebutkan, air sungai tersebut kadar fosfat tidak wajar karena di atas baku mutu normalnya.
Tim Ecoton dibantu E-Healthy (environmental health community) komunitas pecinta lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (Unej) melakukan ekspedisi sungai di Jawa Timur.
Dalam ekspedisi itu, salah satunya di Sungai Bedadung yang merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) terbesar di Kabupaten Jember pada 5-7 Januari 2022.
"Kadar fosfat air sungai di Indonesia harusnya tidak boleh lebih dari 0,2 ppm, namun di Sungai Bedadung di wilayah Ajung dan Mangli mencapai 0,4 ppm atau 2 kali lipat dari Baku Mutu air kelas II sesuai PP 22/2021 Tentang Penyelenggaran Lingkungan Hidup," kata peneliti Ecoton Eka Chlara Budiarti dalam rilisnya, Kamis (06/01/2022).
"Tidak hanya fosfat yang melebihi baku mutu, tetapi ada paramater lainnya yakni khlorin serta banyaknya timbunan sampah yang dinilai tidak wajar atau melebihi baku mutu," katanya menambahkan.
Dalam PP 22 Tahun 2021, lanjut dia, juga mengatur bahwa sungai harus nihil sampah di permukaan air sungai, namun di Sungai Bedadung Jember sama dengan sungai-sungai di Pulau Jawa selalu dipenuhi sampah, terutama sampah plastik.
"Sebanyak 80 persen sampah yang terapung di Sungai Bedadung adalah jenis sampah kantong plastik tak bermerek, sedangkan untuk sampah kemasan, jenis yang paling banyak dijumpai adalah bungkus makanan dan minuman," katanya.
Dalam kegiatan ekspedisi Sungai Bedadung, Tim Ecoton melakukan uji kualitas air dengan mengukur parameter fosfat, nitrat, nitrit, TDS (Total Dissolved Solid/padatan terlarut dalam air), chlorin, oksigen terlarut dalam air dan uji kandungan mikroplastik.
Baca Juga: Viral Angkot Sultan Lantai Keramik, Bayar Rp 4 Ribu Dapat Fasilitas Kursi Sofa hingga CCTV
Meski ada beberapa kandungan kimia di atas baku mutu di Sungai Bedadung, masih ada hal yang di bawah baku mutu yakni kandungan nitrat, nitrit, juga TDS (total dissolved solid), sedangkan pH air sesuai dengan baku mutu yakni 6,43 mg/L dan kadar baku mutunya adalah 6 - 9 mg/L.
"Sampah plastik yang tersangkut pada pohon dan rumpun bambu lambat laun akan mengalami fragmentasi terpecah menjadi serpihan kecil yang disebut mikroplastik," kata Ketua E-Healthy Unej Achmad Ababil.
Sementara Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan pihaknya juga meneliti kandungan mikroplastik di Sungai Bedadung, sehingga peneliti telah mengambil sampel dan nantinya akan diteliti di laboratorium Ecoton.
"Kami menemukan pohon plastik di sekitar sungai, bahkan saat mengambil sampel juga ada sampah yang terapung dan banyak sampah plastik juga ditemukan di sekitar sungai," katanya.
Ia menjelaskan mikroplastik sangat berbahaya, apabila terkonsumsi oleh manusia karena dapat mempengaruhi perubahan hormon dalam tubuh manusia yakni hormon insulin, hormon reproduksi dan sifatnya karsinogen.
Berita Terkait
-
Viral Angkot Sultan Lantai Keramik, Bayar Rp 4 Ribu Dapat Fasilitas Kursi Sofa hingga CCTV
-
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Jember Tanam Padi hingga Pohon Pisang di Jalan Rusak
-
Pencari Rumput di Jember Positif Covid-19, Sempat Gagal Napas
-
DBD Menyerang Tiga Anak di Jember
-
Bocah SD di Jember Tewas dengan Tubuh Memar, Sempat Dipukuli Ibunya Pakai Sapu
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'
-
Warga Malang Geger Hujan Es Sebesar Kerikil, Jangan Panik! Kenali Tanda-Tandanya
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi