Tanggul Jebol, 7 Kecamatan di Ponorogo Terendam Banjir

Air mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 01.00 WIB, dengan cepat menggenangi rumah dan fasilitas umum.

Bernadette Sariyem
Senin, 16 Desember 2024 | 12:10 WIB
Tanggul Jebol, 7 Kecamatan di Ponorogo Terendam Banjir
Ilustrasi banjir.

SuaraMalang.id - Banjir besar melanda Kabupaten Ponorogo pada Minggu pagi (15/12), akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.

Situasi diperparah dengan jebolnya beberapa tanggul di wilayah Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo Kota, dan Kecamatan Jetis, yang mengakibatkan meluasnya genangan air hingga memutus jalur transportasi utama.

Jalur provinsi yang menghubungkan Ponorogo dengan Trenggalek dan Pacitan lumpuh total akibat banjir.

“Sementara dari Pacitan ke Ponorogo atau sebaliknya, juga dari Trenggalek ke Ponorogo, tidak bisa dilewati,” ungkap Hadi Sunyoto, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

Baca Juga:Viral! Gudang Kosong di Ponorogo Digrebek, Jadi Markas ABG Pencuri Sparepart Motor

Wilayah dan Dampak Banjir

Menurut Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sebanyak tujuh kecamatan terendam banjir, yaitu Kecamatan Sawoo, Sambit, Jetis, Ponorogo Kota, Siman, Balong, dan Mlarak.

Tanggul yang jebol di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, menjadi salah satu penyebab utama bencana ini.

Air meluap ke beberapa desa di sekitarnya, termasuk Maguwan di Kecamatan Sambit, hingga mengalir ke Desa Josari, Jetis, Mojorejo, dan Turi.

“Ketinggian air mencapai 50 hingga 150 cm di beberapa titik. Saat ini, fokus utama adalah mengevakuasi warga yang terjebak di rumah,” kata Sugiri, yang akrab disapa Kang Giri.

Baca Juga:Main Balon Udara Bisa Berujung Kematian, Kisah Pilu Ilham Jadi Bukti!

Pemukiman Terdampak dan Evakuasi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini