Mengeluh ke Mensos Risma, Keluarga Korban Kanjuruhan Sebut RS Tak Profesional dan Cuma Diberi Obat Penurun Panas

Eko mengungkapkan bahwa anaknya mendapatkan pelayanan tidak maksimal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Malang.

Eleonora PEW
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 17:38 WIB
Mengeluh ke Mensos Risma, Keluarga Korban Kanjuruhan Sebut RS Tak Profesional dan Cuma Diberi Obat Penurun Panas
Menteri Sosial Tri Rismaharini usai menyerahkan santunan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Kota Malang, Jumat (28/10/2022). [Suara.com/Aziz]

SuaraMalang.id - Ayah dari korban Tragedi Kanjuruhan Adam Nuralamsyah (19), Eko Karyadi (56) menumpahkan kekesalannya kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (28/10/2022).

Eko mengungkapkan bahwa anaknya mendapatkan pelayanan tidak maksimal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Malang. Kronologinya, pada 2 Oktober 2022 dini hari, anaknya dirujuk dari RS swasta kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang ke RSUD.

“Pelayanan kurang memuaskan karena hanya ditangani dokter muda yang tidak bisa menentukan kebijakan,” katanya, ditemui usai menerima santunan yang diserahkan langsung Mensos Risma.

Dijelaskannya, bahwa anaknya menderita sakit pada bagian leher. Pada peristiwa kelam Sabtu 1 Oktober 2022 malam itu, Adam menonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Tribun 12.

Baca Juga:Masih Buram, PSSI Belum Juga Bisa Pastikan Nasib Kelanjutan Liga 1

“Masih bengkak sampai sekarang, dan terus kontrol (rawat jalan) ke dokter ahli saraf,” jelasnya.

“Leher anak saya masih kaku, belum bisa digerakkan normal,” imbuh dia.

Ia menambahkan, selama lima hari di RSUD, pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu dinilainya tidak profesional. Bahkan anaknya hanya menerima obat penurun panas.

“Anak saya hanya dikasih paracetamol. Karena matanya merah juga dirujuk ke dokter mata, tapi dilempar-lempar oleh petugas. Saya emosi, capek, pelayanan di sini tidak baik, saya tinggal pulang,” keluhnya.

Pada Kamis (6/10/2022) pagi, Eko memutuskan untuk memulangkan anaknya. Pihak rumah sakit pun mengiyakan lantaran kondisi pasien juga kian membaik. Namun. Ia kembali dibuat kecewa sebab harus menunggu lama untuk proses kepulangan.

Baca Juga:Renovasi Total Stadion Kanjuruhan Dimulai, Kementerian PUPR Mulai Mengukur

“Pagi sampai jam tujuh malam menunggu, kata perawat harus menunggu dokter anastesi,” ujarnya.

Sementara, Mensos Risma mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan bagi keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis.

Ia juga mengerahkan jajarannya untuk melakukan asesmen mendalam bagi keluarga korban. Anak yang menjadi yatim piatu akibat Tragedi Kanjuruhan, Kemensos akan berupaya mendata kebutuhannya.

Selain di Malang, lanjut dia, pihaknya terus mengawal seluruh korban Tragedi Kanjuruhan. Termasuk santunan kepada ahli waris yang berada di Jombang, Pasuruan, Tulungagung dan Blitar.

Di Malang, Mensos Risma menyerahkan santunan dari Kemensos untuk satu ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta, santunan untuk tujuh orang luka berat senilai Rp5 juta per orang, santunan untuk 47 luka ringan senilai Rp2,5 juta dan sembako yang berdomisili di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kemudian santunan dari Presiden Joko Widodo senilai Rp50 juta per korban.

"Dari Kemensos menambah satu santunan kepada ahli waris. Kemudian saya serahkan santunan dari Presiden kepada 6 ahli waris di Kota Malang. Hingga hari ini seluruhnya (135 korban) sudah tuntas penyerahan santunan kepada ahli waris dari Pak Presiden RI," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak