Batal ke Mapolda Jatim Hari Ini, Ketua Umum PSSI Dijadwalkan Ulang untuk Pemeriksaan Tragedi Kanjuruhan

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan kepolisian tak hanya menyasar ke Iwan Bule. Nantinya ada sejumlah saksi lain yang didatangkan untuk diperiksa.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 18 Oktober 2022 | 09:40 WIB
Batal ke Mapolda Jatim Hari Ini, Ketua Umum PSSI Dijadwalkan Ulang untuk Pemeriksaan Tragedi Kanjuruhan
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. (Dok. PSSI)

SuaraMalang.id - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan batal ke Mapolda Jawa Timur untuk pemeriksaan kasus Tragedi Kanjuruhan, Selasa (18/10/2022). Pemeriksaan bakal dijadwalkan ulang untuk pengusutan kasus tersebut.

Melansir dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menjelaskan penjadwalan ulang pemeriksaan akan dilakukan pada Kamis (20/10/2022) nanti.

"Rencana tanggal 20 Oktober 2022, harusnya hari ini namun karena agenda dengan Presiden beliau minta mundur," ujar Dirmanto, Selasa (18/10/2022).

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan kepolisian tak hanya menyasar ke Iwan Bule, sapaan akrab Mocahamad Iriawan. Nantinya ada sejumlah saksi yang didatangkan untuk diperiksa.

Baca Juga:Profil Gianni Infantino, Presiden FIFA Bertemu Jokowi di Istana Siang Ini, Bahas Tragedi Kanjuruhan

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan akan memeriksa Bendahara Arema FC, Korlap Steward Stadion Kanjuruhan, Departemen Kompetisi PT LIB dan juga Komisioner Kompetisi PSSI.

Selain itu, sudah ada 29 saksi yamg diperiksa penyidik dalam kasus yang menewaskan 132 orang di Stadion Kanjuruhan tersebut. Adapun 3 saksi ahli yang dimintai keterangan dalam tragedi ini.

"Terkait dengan peristiwa Kanjuruhan bahwa pada hari ini fokus penanganan adalah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi, termasuk di dalamnya tiga saksi ahli," kata Nurul Azizah.

Sebelumnya kasus tewasnya 132 orang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya mendapat sorotan dunia. Pertandingan 90 menit yang awalnya berjalan normal menjadi kericuhan hingga terjadi penembakan gas air mata oleh aparat.

Tak hanya melepaskan ke lapangan yang penuh dengan suporter, gas air mata juga diarahkan dan jatuh di tribun 12 yang saat itu masih banyak suporter. Akibatnya banyak orang mencari jalan keluar ke berbagai pintu. Dibalut kepanikan dan pedasnya gas air mata, tak sedikit suporter yang terjebak dan pingsan hingga dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tak bernyawa.

Baca Juga:Dede Yusuf Minta Temuan TGIPF Kanjuruhan Tidak Sekedar Jadi Kertas Kerja

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini