Vino G Bastian Tegaskan Film "Miracle In Cell No.7" Bukan Plagiat, Namun Remake dari Film Korea

Bagi para movie mania, terutama pecinta film Indonesia, saat sudah bisa menikmati film "Miracle In Cell No.7" di bioskop. Namun baru-baru ini beredar kalau film ini plagiat.

Muhammad Taufiq
Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:53 WIB
Vino G Bastian Tegaskan Film "Miracle In Cell No.7" Bukan Plagiat, Namun Remake dari Film Korea
Vino G Bastian (ANTARA/HO) Vino demen ponsel lipat.

SuaraMalang.id - Bagi para movie mania, terutama pecinta film Indonesia, saat sudah bisa menikmati film "Miracle In Cell No.7" di bioskop. Namun baru-baru ini beredar kalau film ini plagiat.

Film disebut-sebut menjiplak dari film Korea. Akan tetapi pemeran utama film itu, Vino G Bastian tegas membantahnya. Ia menyebut film ini justru remake dari Film Korea dengan judul sama.

Kabar film ini plagiat sebelumnya ramai dibahas warganet. Menurut Vino, netizen Indonesia ini banyak sekali yang belum memahami bedanya plagiat dan remake.

"Di Indonesia sambutan ketika kita ngerilis trailer dan beberapa materi promo luar biasa banget. Walaupun beberapa netizen kita tuh masih tidak tahu bedanya remake dan plagiat. Jadi kita memang harus terus edukasi," kata Vino saat dijumpai di Jakarta Selatan, Rabu malam (24/08/2022).

Baca Juga:7 Artis Indonesia Menikah dengan Mualaf

"Sebuah film remake itu sama sekali bukan plagiat. Kita punya izin resmi, punya prosedur yang resmi. Mungkin edukasi ini yang mulai harus kita sebarkan. Karena bukan cuma film 'Miracle In Cell No.7' saja. Nanti akan banyak film-film remake. Dan film remake itu kan bukan cuma sekedar mengadaptasi tapi juga bagian dari penghormatan kita terhadap film originalnya," ujarnya.

Film "Miracle In Cell No.7" adalah sebuah film adaptasi dari film asal Korea Selatan. Film ini menceritakan tentang kisah seorang ayah yang dituduh melakukan tindak kejahatan dan akhirnya diseret ke dalam penjara.

Oleh sebab itu, ayah tersebut pun harus berpisah dengan putri kecilnya. Namun pada akhirnya, sang anak pun dapat berhasil masuk ke dalam penjara secara diam-diam. Selain menyuguhkan kisah pilu, film ini juga sekaligus menyajikan komedi. Film versi Korea dari judul ini pun banyak menguras emosi para penontonnya.

Sebagai sutradara, Hanung Bramantyo mengaku bahwa dirinya tak begitu banyak memberi perubahan dalam versi Indonesia "Miracle In Cell No.7". Sebab, film originalnya berasal dari Asia sehingga masih memiliki nilai-nilai yang sama dengan yang terjadi di Indonesia.

"Film originalnya sendiri sudah cukup Asia ya. Artinya bagaimana sih hubungan antara bapak sama anak itu ter-highlight. Dan bagaimana relasi antara bapak sama anak itu sebenarnya sudah relasi yang bahkan itu juga terjadi di Indonesia," ujar Hanung.

Baca Juga:Sering Gandeng Vino G. Bastian, 5 Film Terbaik Upi Sutradara 'Sri Asih'

"Makanya ketika kita ganti jadi bahasa Indonesia, itu kayak pakai baju yang sudah pas gitu. Mungkin kalau saya mengadaptasi film dari Amerika, bukan Asia, yang kulturnya berbeda sekali, mungkin itu akan susah. Tapi kalau sesama Asia, sebetulnya kita masih relate. Jadi saya tidak neko-neko di film ini," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini