Hati-hati, Bayi Prematur Berpotensi Sumbang Kasus Stunting Terbesar

Kasus stunting masih menjadi perhatian dunia kesehatan, termasuk di Indonesia.

Muhammad Taufiq
Selasa, 26 Juli 2022 | 08:25 WIB
Hati-hati, Bayi Prematur Berpotensi Sumbang Kasus Stunting Terbesar
Ilustrasi bayi (unsplash.com/Kelly Sikkema)

SuaraMalang.id - Kasus stunting masih menjadi perhatian dunia kesehatan, termasuk di Indonesia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis.

Akibat dari gagal tumbuh itu, tubuh anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Salah satu penyebab tingginya stunting ini, selain gizi buruk juga kondisi bayi yang lahir prematur.

Demikian disampaikan Dokter Anak Konsultan Neonatologi Rinawati Rohsiswatmo. Ia mengatakan bayi yang lahir dengan kondisi prematur bisa menjadi potensial penyumbang stunting terbesar apabila tidak ditangani secara tepat.

"Bayi prematur memang belum waktunya, belum siap. Ini kalau tidak ditangani dengan benar, dia akan menjadi potensial penyumbang stunting terbesar," katanya, Senin (25/07/2022).

Baca Juga:Pencegahan Stunting Paling Krusial di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Studi mengenai 137 negara berkembang yang dipublikasikan di jurnal PLOS Medicine menyebutkan sebanyak 32,5 persen kasus stunting disebabkan oleh kelahiran prematur.

Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 menunjukkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) memengaruhi sekitar 20 persen dari terjadinya stunting di Indonesia.

Rina mengatakan bayi dengan kelahiran prematur dan BBLR masuk ke dalam bayi yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bayi prematur terjadi karena pertumbuhan janin yang lebih lambat jika dibandingkan pertumbuhan normal saat masih di dalam kandungan.

Namun apabila bayi prematur masih mampu bertahan hidup dan ditangani secara baik dan benar, maka bayi tersebut dapat terhindar dari risiko stunting.

Baca Juga:Ini Cara Penanganan Bayi Prematur Agar Tak Tumbuh Stunting

Bayi prematur kemungkinan besar akan mengalami BBLR. Namun sebaliknya, BBLR belum tentu dikatakan sebagai bayi prematur. Bayi prematur dilihat dari waktu kelahiran dengan usia gestasi kurang dari 37 minggu, sementara BBLR dilihat dari berat lahir yang kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini