facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria Tambaksari Surabaya Akhiri Hidup di Jembatan Kahuripan Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 29 Juni 2022 | 14:06 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria Tambaksari Surabaya Akhiri Hidup di Jembatan Kahuripan Malang
Pria misterius lompat dari Jembatan Jalan Kahuripan Kota Malang, Selasa (28/6/2022). [Timesindonesia.co.id]

Kapolsek Klojen, Kompol Domingos Ximenes mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/6/2022) malam dipastikan murni aksi bunuh diri.

SuaraMalang.id - Identitas pria yang nekat mengakhiri hidup di Jembatan Kahuripan Kota Malang terungkap. Korban diketahui berinisial HA berusia 78 tahun warga asal Tambaksari, Surabaya.

Kapolsek Klojen, Kompol Domingos Ximenes mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/6/2022) malam dipastikan murni aksi bunuh diri.

"Jadi cuma 1 orang, informasi beredar bahwa perempuan dan laki-laki itu tidak benar. Saksi pun juga melihat satu orang saja, gak sama orang lain," ujarnya mengutip dari Timesindonesia.co.id jejaring Suara.com, Rabu (29/6/2022).

Kepolisian juga mendatangi rumah korban untuk memastikan kebenaran identitas. Setelah cocok, motif bunuh diri pun terungkap, bahwa korban sempat bertengkar dengan sang istri.

Baca Juga: Asyik! Melihat Berbagai Jenis Kendaraan dan Negara di Museum Angkut

"Keluarga membenarkan dan korban ini diketahui keluar rumah sejak tanggal 26 Juni 2022. Dia habis bertengkar sama istrinya," ungkapnya.

Dari cerita keluarga, usai ia bertengkar dengan istrinya, HA pun sempat menyampaikan ke keponakan akan pergi ke Malang untuk menemui temannya dan tidak bakal kembali lagi ke Surabaya.

Apalagi, dari hasil identifikasi, HA ini juga sempat pernah melakukan percobaan bunuh diri di tahun 2016 lalu.

"Percobaan bunuh diri pertama dicegah keponakannya. Jadi memang masalah keluarga," katanya.

Usai keluarga mendapat informasi bahwa HA telah meninggal dunia akibat bunuh diri, akhirnya pihak keluarga langsung melakukan penjemputan jenazah di RSSA Malang sekitar pukul 05.00 WIB tadi pagi.

Baca Juga: Istri Kades dan Petugas Pendamping Tilap Dana PKH Bangkalan, Negara Berpotensi Rugi Rp 2 Miliar

"Di Malang korban tidak punya keluarga. Keluarga ke Malang jam 03.00 WIB dan dibawa ke Surabaya dari RSSA jam 05.00 WIB," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait