facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Begini Kronologis Kasus Pencabulan Sejumlah Santri di Banyuwangi Terbongkar

Muhammad Taufiq Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:27 WIB

Begini Kronologis Kasus Pencabulan Sejumlah Santri di Banyuwangi Terbongkar
Ilustrasi pencabulan

Kasus pencabulan terhadap sejumlah santri kembali mencuat akhir-akhir ini di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ).

SuaraMalang.id - Kasus pencabulan terhadap sejumlah santri kembali mencuat akhir-akhir ini di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ).

Setidaknya sebanyak 6 santri dilaporkan menerima pelecehan seksual dari pengasuh pondok. Bahkan dari sejumlah santri itu ada yang mengaku telah disetubuhi.

Untuk kronologisnya, kasus ini diawali dari laporan salah seorang paman korban ke Polresta Banyuwangi. Laporan itu dilayangkan oleh Priyo Prasetyo Utomo.

Dia mengaku, dalam laporan itu setidaknya terdapat 6 santri yang menjadi korban. Bahkan, dari beberapa santri itu ada dua anak perempuan yang mengaku telah disetubuhi. Selain itu, kata Priyo, ada 4 santri lainnya mengaku mendapat perlakukan tidak senonoh.

Baca Juga: 6 Santri di Banyuwangi Diduga Jadi Korban Pencabulan Pengasuh Ponpes

Seperti diraba-raba bagian area terlarang oleh terlapor, bahkan sempat mendapatkan percobaan sodomi.

“Yang tercatat laporan itu ada 6, perempuannya 5 lakinya 1. Semuanya masih di bawah umur,” ujar Priyo, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Jumat (24/6/2022).

Pelakunya diduga dilakukan oleh sang pengasuh Pondok Pesantren tempat para santri menimba ilmu. Modusnya, mereka dipanggil untuk membantu keperluan sang pengasuh.

“Awalnya dipanggil untuk mijit, lalu disuruh rebahan lalu didekap dan dipaksa untuk membuka sarungnya,” tambah Priyo Prasetyo Utomo.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan adanya laporan itu. Bahkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti.

Baca Juga: Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Diduga Cabuli Sejumlah Santri

“Untuk proses selanjutnya, sampai detik ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang,” ujarnya menandaskan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait