facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dubes Inggris Sanjung Komitmen PP Muhammadiyah Menjaga Pluralisme

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 22 Juni 2022 | 06:10 WIB

Dubes Inggris Sanjung Komitmen PP Muhammadiyah Menjaga Pluralisme
Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins bertemu Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Selasa (21/06/2022). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

Meski kerja sama Kedubes Inggris dan Muhammadiyah sudah terjalin lama, Owen mengaku baru pertama mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

SuaraMalang.id - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengapresiasi komitmen Muhammadiyah menjaga pluralisme di Indonesia.

"Kami amat sangat menyambut baik komitmen Muhammadiyah dalam menjaga pluralisme, mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan toleransi," ujar Owen Jenkins saat berkunjung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa (21/6/2022).

Meski kerja sama Kedubes Inggris dan Muhammadiyah sudah terjalin lama, Owen mengaku baru pertama mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Sedangkan dalam bidang perubahan iklim, Owen juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil PP Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga: Disambangi Duta Besar Inggris, Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir Sampaikan Tiga Hal

Sementara, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan bahwa kunjungan Dubes Inggris tersebut untuk menjalin hubungan yang selama ini sudah berjalan baik antara Muhammadiyah dengan Kedutaan Besar Inggris.

Tujuan kedua, kata Haedar, meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan yang sudah berlangsung lama.

"Kami mencari langkah-langkah, baru termasuk Dubes Inggris akan menghubungkan dengan lembaga-lembaga keagamaan di Inggris sehingga terjalin kerja sama yang baik bukan hanya dengan Pemerintah Inggris, tetapi juga lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Inggris," ucap Haedar.

Haedar kepada Dubes Inggris menyampaikan tentang kondisi Muhammadiyah dan Umat Islam Indonesia yang moderat, modern, pecinta damai, toleran, dan menjunjung tinggi pluralitas.

Haedar mencontohkan aksi nyata yang dilakukan Muhammadiyah di Papua, NTT, maupun wilayah timur Indonesia lainnya yang gerakannya nondiskriminasi tanpa memandang budaya, agama, suku, dan ras. (Antara)

Baca Juga: Kisah Pilu di Balik Nama Pangeran William, Diduga Ode untuk Bangsawan Kerajaan yang Alami Kematian Tragis

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait