facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bos Sepatu Mojokerto Bunuh Diri di Atas Kuburan Istri, Mumet Mikir Hutang dan Persiapan Nikah Lagi

Muhammad Taufiq Selasa, 21 Juni 2022 | 14:35 WIB

Bos Sepatu Mojokerto Bunuh Diri di Atas Kuburan Istri, Mumet Mikir Hutang dan Persiapan Nikah Lagi
Ilustrasi mayat perempuan (shutterstock)

Kasus orang bunuh diri di atas kuburan orang yang dicintainya kembali terjadi di Mojokerto Jawa Timur. Kali ini Andri Budi Santoso (46), juragan sepatu warga Desa Gedeg Kecama

SuaraMalang.id - Kasus orang bunuh diri di atas kuburan orang yang dicintainya kembali terjadi di Mojokerto Jawa Timur. Kali ini Andri Budi Santoso (46), juragan sepatu warga Desa Gedeg Kecamatan Gedeg.

Ia memilih mengakhiri hidupnya di atas kuburan istrinya yang belum lama ini meninggal dunia. Padahal, sebenarnya Budi ini sebentar lagi mau menikah lagi dengan seorang janda warga kecamatan setempat.

Namun sebelum menikah lagi, Budi malah mengakhiri hidupnya. Meskipun begitu, Ia sempat memberikan pesan kepada anak pertamanya, Bima Prayuganing Santoso (18) agar membayarkan gaji karyawan.

Setelah berpamitan pukul 11.30 WIB, Budi juga mendatangi calon istrinya, Fitri. Korban lalu pulang sekira pukul 14.30 WIB. Namun korban keluar lagi setelah berganti pakaian kaos warna oranye dan celana jeans warna cokelat.

Baca Juga: Fakta-fakta Pengusaha Sepatu Mojokerto Akhiri Hidup di Pusara Istri, Tertekan Biaya Nikah Lagi

“Tadi tidak pamit pergi ke mana, saya juga tidak tahu bawa apa saja tapi perasaan saya tidak enak sore tadi, badan lemas," kata Bima seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (21/06/2022).

"Mau nikah tanggal 3. Bingung cari utangan, uang diputar buat usaha. Tiap hari produksi sepatu, yang sana (calon istri) ngebet-ngebet,” katanya menambahkan.

Bima menepis jika ada dari saudara sang ibu tidak merestui jika korban menikah lagi. Namun karena masalah ekonomi.

Calon istri minta Rp 17 juta untuk menggelar pesta pernikahan. Perasaan Bima yang tidak karuan sore tadi akhirnya terjawab. Ia mendapat kabar kematian bapaknya setelah magrib.

“Karyawan ada 15 orang, ada yang dibawa pulang. Produksi sepatu, biasanya kirim ke Semarang. Tidak ada merk, jurangannya yang kasih merk," tuturnya.

Baca Juga: Menjelang Pernikahan, Pria Mojokerto Tenggak Racun di Pusara Mendiang Istri

"Selesai produksi dikirim ke jurangannya yang ada di depan RSI Sakinah. Sudah saya kasih tahu (calon istri korban). Punya dua tempat produksi, satu di sini, satu di lokasi,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait