facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sri Lanka Terlanda Kelangkaan Obat, Ancaman Kematian Kian Mengkhawatirkan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 24 Mei 2022 | 06:30 WIB

Sri Lanka Terlanda Kelangkaan Obat, Ancaman Kematian Kian Mengkhawatirkan
Ilustrasi obat . (Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Sri Lanka mengimpor lebih dari 80 persen pasokan medis mereka, tetapi karena cadangan devisa habis akibat krisis, stok obat-obatan kosong dan sistem layanan kesehatan hampir a

SuaraMalang.id - Kelangkaan obat-obatan melanda Sri Lanka. Kondisi itu dipicu krisis ekonomi.

Kondisi tersebut berpotensi terjadinya lonjakan kasus kematian dalam waktu dekat. Sebab rumah sakit terpaksa menunda upaya menyelamatkan pasien lantaran tidak adanya obat yang diperlukan.

Sri Lanka mengimpor lebih dari 80 persen pasokan medis mereka, tetapi karena cadangan devisa habis akibat krisis, stok obat-obatan kosong dan sistem layanan kesehatan hampir ambruk.

Di rumah sakit kanker Apeksha yang berkapasitas 950 tempat tidur di pinggiran ibu kota Kolombo, pasien dan dokter putus asa menghadapi kelangkaan medis. Akibatnya, mereka menunda pemeriksaan dan prosedur seperti operasi kritis.

Baca Juga: Bencana Kelaparan Mendekat, Sri Lanka Kesulitan Keluar dari Krisis

"(Kondisi) ini sangat buruk bagi pasien kanker," kata Dr Roshan Amaratunga mengutip dari Antara, Senin (23/5/2022)

"Terkadang, di pagi hari kami merencanakan beberapa operasi (namun) kami mungkin tidak bisa melakukannya pada hari itu ... lantaran tidak ada (pasokan)," katanya menambahkan.

Jika situasinya tidak segera membaik, sejumlah pasien akan menghadapi kematian, kata Amaratunga.

Sri Lanka sedang bergelut dengan krisis ekonomi terparah sejak merdeka pada 1948. Pandemi COVID-19 telah membuat ekonomi negara itu babak belur, memicu kenaikan harga minyak, pemotongan pajak dan larangan impor pupuk kimia yang menghancurkan sektor pertanian.

Saman Rathnayake, pejabat pengadaan pasokan medis, mengatakan sekitar 180 jenis obat-obatan habis, termasuk suntikan untuk pasien cuci darah, obat-obatan khusus untuk pasien transplantasi dan kanker.

Baca Juga: Krisis Pangan Bikin Warga Sri Lanka Makin Sengsara

Ia mengatakan bahwa India, Jepang dan sejumlah donor lainnya sedang membantu menyediakan pasokan, namun butuh waktu sampai empat bulan sebelum pasokan itu tiba di Sri Lanka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait