facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Sampai Ada Warga Jatim Gagal Berangkat Haji Gara-gara Persoalan Belum Divaksin

Muhammad Taufiq Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:00 WIB

Jangan Sampai Ada Warga Jatim Gagal Berangkat Haji Gara-gara Persoalan Belum Divaksin
Ilustrasi Haji Sebelum Pandemi (Pexels.com/Konevi)

Salah satu persoalan yang mengancam pemberangkatan haji adalah vaksinasi lengkap.

SuaraMalang.id - Salah satu persoalan yang mengancam pemberangkatan haji adalah vaksinasi lengkap. Oleh sebab itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar tidak ada yang sampai gagal berangkat ke Tanah Suci karena persoalan itu.

Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) per 20 Mei 2022, Khofifah merinci dari total 19.210 orang jamaah calon haji asal Jatim, cakupan vaksinasi meningitis mencapai 16.050 atau 83,55 persen.

Sedangkan, cakupan vaksinasi COVID-19 bagi JCH tercatat dosis 1 sebesar 17.409 orang (90,63 persen), dosis 2 sebesar 16.623 orang (86,64 persen), dan dosis 3 atau penguat sebesar 12.293 orang (63,05 persen).

"Bagi seluruh calon haji asal Jatim, yang belum vaksin lengkap mohon segera mengikutinya di fasilitas kesehatan terdekat. Jangan sampai batal karena belum vaksin lengkap," ujarnya, Sabtu (21/05/2022).

Baca Juga: Sorotan Peristiwa Kemarin, Banjir Rob di Probolinggo sampai Peristiwa Penusukan Pria ke Eks Istri

Gubernur Khofifah menjelaskan tujuan vaksinasi untuk mencegah terjadinya transmisi penyakit menular.

"Ini penting, sebab penyakit menular berpotensi terbawa keluar maupun masuk Indonesia," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Ia juga menyampaikan untuk meningkatkan cakupan pelaksanaan vaksinasi JCH asal Jatim, pihaknya melalui Dinas Kesehatan melakukan pembinaan, monitoring dan feedback capaian vaksinasi setiap hari kepada Dinkes kabupaten/kota.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Jatim mendistribusikan data calon haji yang belum divaksinasi secara detail dan mengawalnya langsung.

"Pelaksanaan vaksinasi sedang berjalan, jadi diharapkan waktu berangkat, persyaratan vaksinasi wajib yakni Meningitis dan COVID-19 sudah didapatkan lengkap," kata mantan menteri sosial tersebut.

Baca Juga: Begini Tips Cara Alami Warga Lojejer Jember Lindungi Ternaknya dari Virus PMK

Apalagi, kata Khofifah, Pemprov Jatim sudah menyatakan kesiapan vaksin telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sehingga masing-masing daerah memiliki stok vaksin serta tenaga vaksinator yang cukup.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait