Takmir Masjid Sabilillah pun juga menyiapkan menu takjil sendiri. Biasanya kata Ghufron, kue takjil dibelinya dari pelaku UMKM sekitar masjid. Ada tujuh UMKM yang tercatat selama bulan ramadan ini dijadikan tempat membeli takjil untuk buka puasa jamaah.
"Ada roti goreng, roti kukus, gorengan bermacam-macam mas. Kami gilir begitu. Itu kami beli dari donatur yang memberikan sumbangan berupa uang. Ada sumbangan langsung kami gilir ke sana untuk menghidupkan UMKM juga. Biasanya ya 100 kue atau puluhan tergantung donasinya," tuturnya.
Sambil menunggu azan magrib, para petugas pembagian menu buka puasa pun langsung membagikan sebuah kupon.
Kupon berwarna biru muda dibagikan ke jamaah yang beritikaf duduk-duduk di sekitar masjid. Petugas pun mendatangi satu per satu jamaah.
Baca Juga:ASN Pemkot Malang Diperiksa Terkait Kasus Mafia Minyak Goreng
Ghufron menjelaskan, pembagian kupon itu bertujuan agar mendidik jamaah untuk tidak hanya mencari buka puasa gratis di masjid.
Kupon itu diberikan sekitar 15 menit sebelum azan magrib berkumandang. Ada ratusan kupon yang telah dibagikan.
"Kan biasanya orang-orang itu datang ke masjid ada informasi oh di sana ada buka gratis. Kami beri kupon ini supaya yang dapat itu memang niatnya beribadah. Tidak datang hanya untuk buka puasa," tuturnya.
Setelah membagikan kupon azan magrib berkumandang, para jamaah pun langsung menyantap menu takjil dihadapannya.
Setelah mengganjel perut dan menuntaskan ibadah puasa, para jamaah yang jumlahnya sekitar 150 hingga 200 itu pun bergegas memasuki masjid. Barisan saf pun nampak diberi jarak beberapa centimeter saat salat berjamaah.
Setelah menuntaskan ibadah salat lima waktu itu, jamaah baik perempuan dan laki-laki bergegas ke tempat pengambilan menu buka. Tempatnya di pojok timur Masjid Sabilillah.