"Contohnya kami tanta 'Kalau seandainya mahasiswa tidak mampu bagaimana untuk membayar UKT?' Jawabannya ya silahkan ambil dispensasi. Kalau tifak bisa mengambil dispensasi ya silahkan cuti. Itu kan membuat mahasiswa panas. Solusinya gak ada. Malah mahasiswa jadi ketinggalan materi kalau cuti," kata dia.
Mahasiswa pun saat ini, kata Abi, sedang sakit hati atas jawaban rektorat seperti itu.
"Untuk itu kami sedang menunggu bertemu langsung dengan rektor sampai tuntutan kami terkabulkan dan dengar," tutur dia.
Terpisah, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unikama, Sudidul Aji menjelaskan, aksi hari ini karena tidak puas dengan hadil audiensi dengan pihak rektorat minggu lalu secara daring.
Baca Juga:Akhirnya Terkuak, Mayat Misterius Kakek-kakek di Pinggir Sungai Tegalsari Banyuwangi
"Nah sudah kami saya sampaikan ke mahasiswa sudah ketemu saya sebenarnya, saya sarankan audiensi secara luring karena daring kemarin kan tidak efektif. Audiensi luring saja supaya tawaran-tawaran bisa didiskusikan tetapi rupanya ada demo aksi hari ini," tutur dia.
Dia pun menjelaskan, demo tersebut adalah hal yang percuma. Karena Rektor Unikama saat ini sedang tidak berada di kampus.
Aji sebenarnya sudah menyarankan agar mahasiswa untuk audiensi setelah rektor berada di kampus.
"Ini kan ya percuma gak ada rektor juga sekarang pimpinan sedang berada di luar. Saya pun hanya bisa menyampaikan aspirasi ini saja ke pimpinan nantinya," tutur dia.
Semenatara alasan pihak kampus mencabut aturan keringanan UKT karena saar ini perkuliahaan sudah tidak daring lagi.
"Ya karena memang proses pembelajaran dulu daring sekarang luring. Nantinya tanggal 28 Maret sudah dilakukan pembelajaran luring. Kemudian masa pandemi ya berakhir maka dikembalikan lagi ke pembayaran secara normal," tuturnya.