Warganet Meradang Soroti Video Viral Segerombolan ABG Bully Bocah di Masjid

Baru-baru ini warganet dibuat geram dengan sebuah video viral seorang bocah menjadi sasaran bully segerombolan ABG di masjid.

Muhammad Taufiq
Minggu, 20 Februari 2022 | 16:54 WIB
Warganet Meradang Soroti Video Viral Segerombolan ABG Bully Bocah di Masjid
Aksi perundungan bocah di dalam masjid di Makassar [Foto: Hops.id/tangkapan layar Instagram]

SuaraMalang.id - Baru-baru ini warganet dibuat geram dengan sebuah video viral seorang bocah menjadi sasaran bully segerombolan ABG di masjid.

Bocah ini mengalami perundungan saat membersihkan toilet masjid. Peristiwa memprihatinkan ini terjadi di masjid di Jalan Andi Mangerangi 1, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Dalam video pendek itu, nampak seorang bocah kecil sedang bersih-bersih toilet masjid. Kemudian tiba-tiba saja datang segerombolan ABG dan langsung melakukan perundungan.

Video ini diunggah akun @kamerapengawas.id. Beruntung aksi mereka terekam kamera CCTV masjid. Dalam video nampak para ABG itu menyiram kepala bocah kecil itu dengan sabun cair.

Baca Juga:Viral Video Mobil Pick Up Bawa Minyak Goreng yang Diduga akan Ditimbun, Begini Ujungnya

Mereka juga melempari sang bocah dengan sejumlah benda yang ada di dalam toilet tersebut. Setelah puas, para pelaku perundungan pun pulang dan meninggalkan sang bocah yang tidak berdaya.

Sang bocah yang juga emosi diperlakukan semena-mena, akhirnya memutuskan untuk melawan. Ia mengejar salah seorang pelaku di halaman masjid, lalu melempar kepala pelaku dengan sandal.

"Usai melakukan aksinya, pelaku dan teman-temannya berniat untuk pulang. Namun di halaman masjid, korban keluar kemudian sambil lari melempar sandal ke pelaku hingga mengenai kepala."

Aksi bocah itu membuat pelaku perundungan itu langsung emosi. Pelaku mengejar bocah itu untuk melakukan hal yang lebih keji. Ia menangkap sang bocah dan membantingnya dengan keras ke halaman masjid.

Tak sampai di situ, pelaku juga beberapa kali melakukan pemukulan sampai menyeret bocah kecil tersebut. Semua kejadian itu lagi-lagi terekam kamera CCTV di halaman masjid.

Baca Juga:Viral Syarat Beli Minyak Goreng Wajib Fotocopy KK dan Bukti Vaksin, Publik: Negeri Dagelan

"Pelaku marah kemudian mengejar anak tersebut. Ia menangkapnya lalu kemudian mengangkatnya dan membantingnya ke lantai halaman masjid disertai dengan pemukulan."

Sementara itu, teman-teman pelaku hanya tertawa ngakak saat melakukan rekannya membanting bocah tersebut. Mereka juga sama sekali tidak melerai.

Akibat tindakan tersebut, ayah korban tidak terima. Ia langsung melaporkan kasus perundungan dan penganiayaan yang dialami anak lelakinya itu ke Polsek Tamalate Kota Makassar.

Beredarnya video CCTV kasus perundungan itu turut membuat geram warganet. Mereka menuliskan beragam kecaman di kolom komentar unggahan tersebut.

Jangan diselesaikan secara kekeluargaan, ingat kalian bukan keluarga," pesan warganet.

"Tolong pemuda Makassar, jangan bisanya tawuran pakai anak panah beracun dan bullying. Berbuatlah hal yang positif," tegur warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini