facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berharap Mukjizat, Penantian Keluarga Korban yang Hilang Akibat Erupsi Gunung Semeru

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 06 Desember 2021 | 21:08 WIB

Berharap Mukjizat, Penantian Keluarga Korban yang Hilang Akibat Erupsi Gunung Semeru
Suasana tempat pengungsian korban bencana erupsi Gunung Semeru di sekitaran Masjid Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (6/12/2021). [Suara.com/Aziz]

Proses pencarian korban erupsi Gunung Semeru terus dilakukan.

SuaraMalang.id - Jumlah korban jiwa akibat guguran awan panas Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) diperkirakan masih terus bertambah. Laporan orang hilang pasca bencana ini juga masih berlanjut.

Sejumlah kerabat yang kehilangan keluarga kini menanti kabar proses pencarian korban. Seperti dialami oleh Roudlotul Hasanah (34), warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sampai saat ini, keberadaan suaminya belum dapat diketahui secara pasti.

Terlihat Hasanah tampak sembab. Setiap ada petugas yang datang, Hasanah berharap-harap mendapat kabar suaminya.

"Malam tadi ada relawan yang bilang kalau suami saya sudah diangkat dari sungai. Katanya selamat, tapi ya saya belum lihat," ujarnya.

Baca Juga: Hari Kedua Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pengungsi Mulai Rasakan Sesak Nafas hingga Diare

Saat ini ibu dua anak ini hanya bisa pasrah dan berdoa yang terbaik bagi suaminya. Hasanah pun tak menyangka suaminya saat kejadian masih bisa mengabarinya.

Yudi, nama suaminya, sempat mengabari kalau dirinya terjebak banjir lahar yang sudah mulai turun ke Curah Kobokan. Sang suami kala itu sedang bekerja menambang pasir. 

Belum diketahui pasti, poisisi Yudi menambang pasir di titik lokasi mana. Tak sendiri, dia juga bersama ayahnya, Mardi dan sepupunya Rohman. Ketiganya hingga saat ini juga masih belum jelas nasibnya.

"Saat itu dia hanya bilang kalau kejebak di tengah sungai. Gak nutut mau lari ke utara apa selatan," tuturnya. 

Dalam kondisi tersebut dia semakin gak karuan karena harus lari mengungsi karena desanya ikut diterjang aliran lahar dingin yang naik meluber hingga pemukiman warga.

Baca Juga: Jokowi Akan Kunjungi Lokasi Pengungsian Korban Erupsi Semeru Besok

Sementara itu, dia juga harus menyelamatkan kedua anaknya. Waktu itu, kisah dia langit juga gelap gulita padahal waktu masih menunjukkan pukul 15.30 WIB.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait