Hari Kedua Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pengungsi Mulai Rasakan Sesak Nafas hingga Diare

Hari kedua pasca erupsi Gunung Semeru, sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan sakit. Kebanyakan para pengungsi mengalami sesak nafas.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Senin, 06 Desember 2021 | 20:39 WIB
Hari Kedua Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pengungsi Mulai Rasakan Sesak Nafas hingga Diare
Kondisi daerah terdampak erupsi Gunung Semeru, di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. [Ist/Sekolah Relawan]

SuaraMalang.id - Hari kedua pasca erupsi Gunung Semeru, sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan sakit. Kebanyakan para pengungsi mengalami sesak nafas.

Hal itu diungkap Komandan Lapangan Social and Disaster Rescue, Sekolah Relawan, Rizky Ilham Ramadhan. Dijelaskannya, para pengungsi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mulai mengeluhkan diare, pusing, dan sesak nafas akibat terpapar abu vulkanik.

Pihaknya khawatir jika tidak segera mendapat penanganan medis, para pengungsi sakitnya lebih parah.

"Hujan abu vulkanik yang signifikan. Banyaknya abu yang jatuh, angin yang beterbangan sangat membahayakan warga karena bisa membuat warga sakit hingga bronkhitis," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:Turut Berduka, Kevin Ardilova Panjatkan Doa untuk Warga Korban Gunung Semeru

Posko pengungsian di wilayah Kecamatan Pronojiwo tersebar di beberapa titik lokasi. Beberapa di antaranya, yakni SDN 4 Supit Urang, dan Kantor Desa Oro-Oro Ombo. Ditaksirnya ada 180 jiwa pengungsi di Kantor Desa Oro-oro Ombo.

"Namun data masih terus akan bertambah," sambungnya.

Sementara, terkait bantuan telah berdatangan dan jumlahnya mencukupi kebutuhan. Namun yang masih sangat dibutuhkan, yakni air bersih dan sarana mandi dan toilet.

"Bantuan yang minim adalah air bersih, MCK dan tenaga kesehatan, masih dibutuhkan dan kondisi listrik dan air masih padam," ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi Gunung Semeru, dijelaskannya masih terjadi erupsi. Kekinian sejumlah relawan bersiaga di Balai Desa Supiturang yang loaksinya masih di jarak aman, yakni radius 7 kilometer dari zona berbahaya.

Baca Juga:Viral Video Satu Keluarga Terjebak Erupsi Gunung Semeru: Kami Hampir Pasrah

"Dari semalam sampai tadi siang, dari puncak Mahameru masih ada lava pijar membahayakan bagi warga terdampak dan relawan di sekitar lokasi. Imbauan untuk mengosongkan zona berbahaya yang dialiri lahar dingin awan panas dari Gunung Semeru," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini