alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanah Longsor Kabupaten Malang Menewaskan Seorang Warga

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 29 November 2021 | 16:46 WIB

Tanah Longsor Kabupaten Malang Menewaskan Seorang Warga
Evakuasi korban peristiwa tanah longsor di Kabupaten Malang, Senin (29/11/2012). [Beritajatim.com]

Peristiwa tanah longsor melanda Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Seorang warga dilaporkan tewas akibat tertimbun material longsor.

SuaraMalang.id - Peristiwa tanah longsor melanda Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Seorang warga dilaporkan tewas akibat tertimbun material longsor.

Jasad korban bernama Cukup (60), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, ditemukan tim SAR gabungan dan BPBD Kabupaten Malang, Senin (29/11/2021) pukul 12.10 WIB.

kronologisnya, tanah longsor terjadi pada Minggu (28/11/2021) sekitar 14.00 WIB. Penyebabnya diduga hujan yang melanda dalam sepekan terakhir ini.

Korban yang merupakan petani itu sedang bekerja di ladang atau lokasi kejadian. Lantaran kondisi sedang hujan, korban telah diperingatkan untuk berhenti bekerja. Namun, imbauan tersebut tak dihiraukan. Tidak lama kemudian, petaka tanah longsor terjadi dan mengubur korban.

Baca Juga: Viral Pengeroyokan Pemuda di Malang, Pelaku Kesal Sebab Temannya Diduga Dicabuli

“Ketika itu pukul 11.30 wib istrinya mengajak pulang. Karena hujan sudah turun. Kemudian istrinya pulang, baru mendengar ada informasi tanah longsor pukul 14.30 wib, kemudian istrinya datang lagi ke lokasi di mana korban berada di ladang kok tidak ada. Baru kemudian dilaporkan ke perangkat desa sore hari,” kata Danramil Wonosari, Kapten Heru Santoso, mengutip dari Beritajatim.com jejaring media Suara.com, Senin (29/11/2021).

“Cuaca saat itu hujan ringan. Lokasi kejadian tidak bisa dijangkau motor maupun mobil. Penanganan kita lakukan secara manual dan berhasil mengevakuasi jasad korban siang ini,” sambungnya.

Kapten Heru menambahkan, jasad korban ditemukan sekitar tiga meter dari penemuan sabit.

“Dari keterangan istri korban, ada di sekitar pohon kelapa. Kemudian kita temukan arit (sabit) milik korban, lalu kita tarik sejauh tiga meter kita lakukan penggalian tanah menggunakan semprotan air. Kemungkinan korban tidak bisa lari ketika tanah longsor terjadi. Ladang yang longsor ini milik korban,” jelasnya.

Baca Juga: Tidak Ada Libur Sekolah saat Natal dan Tahun Baru 2022 di Malang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait