alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terungkap! Istri di Malang Dibunuh Suami Gegara Menolak Diajak Pindah Rumah

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 21 November 2021 | 13:13 WIB

Terungkap! Istri di Malang Dibunuh Suami Gegara Menolak Diajak Pindah Rumah
Tersangka MK (51) pelaku pembunuhan saat digelandang ke Mapolres Malang, Minggu (21/11/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Tersangka pembunuhan juga kesal lantaran ucapan kasar sang istri.

SuaraMalang.id - Terkuak alasan pria inisial MK (51) tega membunuh sang istri berinisial TM (52) yang menghebohkan Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Motif pembunuhan sadis itu ternyata hanya dipicu perdebatan tentang rencana pindah rumah.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan menggerkan warga Malang, Jawa Timur, Senin (15/11/2021). TM ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di rumahnya. Tubuhnya penuh luka senjata tajam. Sedangkan MK yang tidak lain sang suami korban sempat melarikan diri dan akhirnya tertangkap di Blitar.

"MK tega melakukan perbuatan tersebut dikarenakan emosi karena korban tidak mau diajak pindah rumah," kata Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono memimpin rilis kasus pembunuhan di Malang, Minggu (21/11/2021).

Emosi tersangka kian memuncak tatkala korban melontarkan makian. Sebilah celurit sepanjang 12 sentimeter pun diambil oleh pelaku. Dia menganiayaya korban  hingga ada 15 tusukan di sekujur tubuh korban.

Baca Juga: Terungkap! Bukan Bunuh Diri, Cewek Malang Tewas Ternyata Dicekik Calon Suami Sendiri

"Korban marah-marah kepada pelaku, dan mengucapkan kata-kata kasar. Dan dari barang bukti yang kami temukan ada juga selain celurit. Korban meninggal karena luka bacok," sambungnya.

Tersangka sempat kabur ke Kabupaten Blitar dengan mengendarai sepeda motor.

"Dan kami tangkap pada Rabu (17/11/2021). Di Jalan Srengat Kabupaten Blitar. Perbatasan antara Blitar dan Tulungagung. Alasannya ke sana ya karena tidak punya tujuan," kata dia.

Sementara, tersangka MK menjelaskan, memang berkeinginan pindah rumah karena tanah bangunannya berdiri di tanah milik orang lain.

"Iku kan te'e uwong a gak enak lek tinggal dek kono (itu kan punya orang tidak enak kalau tinggal di sana)," ujarnya.

Baca Juga: Ribut Perkara Anggrek, Gadis Singosari Malang Dibunuh Sang Kekasih

Dia pun sudah menyiapkan tanah sendiri di dekat kawasan tersebut.  Namun, korban yang diajak pun tetap tidak ingin pindah dari sana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait