facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menteri PUPR Minta Warga Terdampak Banjir Bandang Kota Batu Direlokasi

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 11 November 2021 | 15:39 WIB

Menteri PUPR Minta Warga Terdampak Banjir Bandang Kota Batu Direlokasi
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi banjir bandang di Kota Batu, Kamis (11/11/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Kementerian PUPR juga menormalisasi aliran banjir bandang Kota Batu.

SuaraMalang.id - Banjir bandang di Kota Batu, Jawa Timur bukan aliran Sungai Brantas. Namun, alur sungai yang terbendung akibat sedimentasi dan kayu.

Hal itu diungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Dijelaskannya, penyebab banjir bandang itu karena alur-alur sungai tersumbat oleh sampah alam. Akhirnya sumbatan air itu secara alami menjadi bendungan-bendungan.

"Saya kira ini kejadian banjir bandang itu karena alur-alur sungai dulu ada yang tersumbat karena ada sampah-sampah dari hutan lama-lama jadi bendung, karena air lebih banyak datang bendungnya jebol jadi banjir bandang," kata dia saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (11/11/2021).

Basuki juga menyebut, sungai yang menjadi arus banjir bandang di Kota Batu sebenarnya bukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Baca Juga: 6 Momen Krisdayanti Bantu Korban Banjir Bandang, Sumbang Rp 50 Juta

"Ini sebenarnya bukan sungai tapi alur-alur air saja. Jadi bukan sungai tapi alur air yang tersumbat oleh sedimentasi, kayu-kayu tali itu kan pemadatan secara natural," kata dia.

Ia menambahkan penyebab banjir di Kota Batu ini hampir mirip di beberapa daerah seperti di Sentani, Jayapura dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Semua banjir bandang kebanyakan terjadi seperti ini ada pembentukan bendungan secara alami jebol itu seperti di Langkat Sumatera Utara, dan Sentani prototypenya mirip ini," ujar dia.

Kementerian PUPR akan membersihkan material sampah-sampah bekas pembalakan liar di sekitar sungai. Beberapa drone pun dioperasikan untuk memantau bekas material yang menyumbat sungai itu.

"Dan kami akan lebarkan sungai di sepanjang sungai ini. Panjangnya empat kilometer sampai muara Brantas," tutupnya.

Baca Juga: Sisihkan Rivalitas, Bonek Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Kota Batu

Menteri Basuki melanjutkan, sejumlah rumah yang berada di bantaran sungai Kota Batu meminta untuk direlokasi. Sebab fenomena La Nina diprediksi puncaknya terjadi pada Januari hingga Febuari 2022.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait