facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Intensitas Hujan Bakal Tinggi, Banjir Bandang Bakal Hantui Jatim Empat Bulan Ini

Muhammad Taufiq Jum'at, 05 November 2021 | 14:04 WIB

Intensitas Hujan Bakal Tinggi, Banjir Bandang Bakal Hantui Jatim Empat Bulan Ini
Gubernur Khofifah saat meninjau dapur umum Pasca Banjir Bandang di Kota Batu [Foto: Beritajatim]

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suah memprediksi kalau intensitas hujan mulai November, Desember, Januari, bahkan sampai Februari akan tinggi.

SuaraMalang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suah memprediksi kalau intensitas hujan mulai November, Desember, Januari, bahkan sampai Februari akan tinggi.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung dampak banjir bandang yang terjadi di Kota Batu. Ia menyampaikan prediksi hujan dari BMKG intensitasnya 20 hingga 70 persen lebih besar.

"Kita bisa melihat apa yang diprediksi oleh BMKG bahwa mulai November sampai Januari bahkan Februari 2022. Itu akan terjadi intensitas hujan yang 20-70 persen lebih tinggi," katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (05/11/2021).

"Jadi ketika terjadi peningkatan intensitas hujan maka potensi banjir, bahkan banjir bandang itu memungkinkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia terutama di Jatim," katanya menegaskan.

Baca Juga: Daftar Korban Jiwa Banjir Bandang Kota Batu, Tiga Lainnya Masih Dalam Pencarian

Khofifah menyebut daerahnya berada pada cincin api. Sehingga potensi bencana yang terjadi kedepan cukup besar. Dia pun mengajak seluruh masyarakat Kota Batu, Malang dan daerah lain di Jatim untuk terus membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Jadi posisi Jatim itu di ring of fire (cincin api), oleh karena itu pada apel menghadapi banjir pada Senin lalu saya mewanti-wanti bahwa kita memang sudah harus membangun kesiapsiagaan," ujar Khofifah.

"Pembangunan posko, relawan, apalagi yang sudah punya kampung tangguh, kampung siaga bencana, ini juga harus disiagakan sinergitas antar berbagai institusi harus dilakukan. Panduan-panduan ketika mengahadapi bencana itu juga harus dilakukan," imbuhnya.

Khofifah mengatakan, fenomena La Nina sebelumnya sudah diperingatkan oleh BMKG. La Nina ini akan berdampak pada hidrometeorologi, berupa banjir, tanah longsor, puting beliung dan seterusnya.

"Nah karena kita ini berada di ring of fire smeua harus bersatu padu. Kita berduka bahwa ada warga kita yang terkonfirmasi meninggal dunia, karena banjir bandang yang terjadi di Kota Batu hari ini. Semoga yang meninggal ini amalnya diterima oleh Allah SWT," ujarnya.

Baca Juga: Duhh! Korban Tewas Banjir Bandang di Kota Batu Menjadi Lima Orang, Empat Masih Dicari

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait