"Atas dasar itu, sudah patut diduga terjadinya praktik korupsi oleh @pemkotbatu_official dalam menentukan perizinan di Kota Batu," pungkasnya.
Unggahan tersebut pun mendapat beragam respon dari warganet. Tak sedikit yang setuju dengan data yang dipaparkan MCW tersebut.
"Bencana ekologis seharusnya melahirkan di gerakan politis ," ujar @intr***
"Sudah jadi rahasia umum kalau pengembang perumahan main kotor pake suap ke pejabat berwenang sekitar untuk ekspansi lahan property mereka. Saya pernah dengar sendiri dari kenalan salah satu developer mewah yang membangun property nya di kota batu.," kata @fahm***
Baca Juga:Banjir Bandang Kota Batu Terkini, Satu Korban Ditemukan Meninggal
"Belum genap 1 minggu acara restorasi pohon oleh pemkot batu, alam seakan berkata "hei, yg ditanam jangan cuma pohon tabebuya di pinggir jalan". Hutan nya juga perlu direstorasi cepat cepat," ucap @iyog***
"Mereka yang mengkampanyekan tanam 1 pohon, dengan susun batako berton-ton.," imbuh @toko***
"Justru dari bencana alam ini menjustifikasi bahwa pola pembangunan yg serampangan dan tidak mempertimbangkan keseimbangan ekologi," kata @daniel***
"Ancen wisata tok ae, gak mentingno keselamatan bersama!, tuas lek ngoyo pencitraan tok!," ucap @yusu***
"eksplorasi malah jadi eksploitasi," imbuh @rahma***
Baca Juga:Update Banjir Bandang Kota Batu, 21 Rumah Rusak
Banjir bandang terjadi di wilayah Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis kurang lebih pukul 14.00 WIB. Berdasarkan laporan visual sementara dari BPBD Kota Batu, arus sungai anak Sungai Brantas yang melintas di Desa Sumber Brantas, mengalir sangat deras dengan membawa material lumpur, batu dan potongan kayu/pohon.