alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dianiaya Calon Ayah Sambung, Bayi di Kota Batu Terluka Disiram Air Panas

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 25 Oktober 2021 | 22:14 WIB

Dianiaya Calon Ayah Sambung, Bayi di Kota Batu Terluka Disiram Air Panas
Penganiayaan bayi di Kota Batu, Jawa Timur. [suarajatimpost.com]

Bayi berusia 2,5 tahun itu mengalami luka serius di tubuhnya akibat penganiayaan

SuaraMalang.id - Bayi berusia 2,5 tahun di Kota Batu, Jawa Timur mengalami luka serius akibat disiram air panas. Pelakunya calon ayah sambung berinisial W (25) warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo.

Kondisi balita sungguh memilukan. Selain luka akibat siraman air panas, bibirnya juga robek akibat pukulan.

Pihak keluarga melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polres Batu, pada Minggu (24/10/2021) malam. Kekinian, bayi berinisial N itu menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu.

Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAI) Kota Batu Fuad Dwi Yono mengatakan, pelaku atau terlapor kabarnya telah ditangkap kepolisian.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria di Kota Batu, Kematiannya Masih Tanda Tanya

"Alhamdulillah hari ini jam 02.00 dini hari pelaku langsung diamankan," ujarnya mengutip dari Suarajatimpost.com jaringan Suara.com, Senin (25/10/2021).

Pihaknya akan terus mengawal jalannya proses hukum bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu. Selain itu juga mengawal pemulihan kondisi psikologis korban dan ibu korban.

"Selain berharap ini tidak terjadi lagi, langkah pengamanan psikis dari korban dan ibunya menjadi prioritas selanjutnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Resort Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Batu Iptu Yussi Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku W dan melanjutkan pada penyidikan.

"Pelaku sudah kami amankan, ditunggu proses selanjutnya, yang jelas masalah ini sudah masuk dalam ranah hukum," jelas dia.

Baca Juga: Tragis! Tertimbun Rumah Runtuh, Ibu dan Bayi di Kalideres Tewas Berpelukan

Ketika ditanya motif dari pelaku hingga tega melakukan kekerasan tersebut, Yussi mengatakan akan melakukan pendalaman kembali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait